Friday, 10 July 2026
Peristiwa

BPOM Surabaya Percepat Proses Izin Edar Produk Nasional Melalui Layanan Terpadu

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melaksanakan program One Stop Services untuk mempercepat izin edar produk unggulan Indonesia, berlangsung pada 8-9 Juli 2026 di Surabaya.

J
Jonathan Michael
09 July 2026 14 pembaca
Foto: dokpri
Foto: dokpri

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berkomitmen untuk mempercepat pengembangan produk-produk unggulan Indonesia dengan menyelenggarakan One Stop Services Registrasi Obat Bahan Alam (OBA), Obat Kuasi (OK), Suplemen Kesehatan (SK), dan Kosmetik. Acara ini berlangsung pada tanggal 8-9 Juli 2026 di kantor BPOM Surabaya. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik (OTSKK) serta Direktorat Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM, yang bertujuan untuk mempercepat penerbitan Nomor Izin Edar (NIE) dan menyediakan layanan registrasi yang lebih efisien bagi pelaku usaha.

Sinergi Pusat dan Daerah

Kegiatan ini dihadiri oleh Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM, Mohamad Kashuri, serta Kepala BPOM di Surabaya, Yudi Noviandi, dan para kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPOM di Jawa Timur, termasuk Kepala Balai POM di Jember, Benny Hendrawan Prabowo, dan Kepala Balai POM di Kediri, Winanto. Kehadiran para pemimpin BPOM ini memperkuat kolaborasi antara pusat dan daerah dalam memberikan dukungan langsung kepada pelaku usaha.

Program ini memperkenalkan empat inovasi utama, yaitu PATRIOTISME, BRIDGE, NIE TUNTAS, dan LENTERA. Selama dua hari, pelaku usaha yang berpartisipasi baik secara langsung maupun daring mendapatkan pendampingan intensif untuk mengatasi berbagai masalah registrasi serta mempercepat proses perizinan produk mereka.

Komitmen BPOM untuk Inovasi

Mohamad Kashuri menyatakan bahwa One Stop Services merupakan manifestasi dari komitmen BPOM dalam mempercepat layanan registrasi serta mendorong lebih banyak produk inovatif dari anak bangsa. "Kami ingin inovasi tidak terhenti di laboratorium. BPOM siap mendampingi pelaku usaha dari pemenuhan regulasi hingga proses registrasi, agar hasil riset dapat segera menjadi produk yang aman, bermutu, berkhasiat, dan mampu bersaing di pasar," ujarnya.

Yudi Noviandi juga menambahkan bahwa penyelenggaraan One Stop Services merupakan komitmen BPOM untuk memberikan layanan yang lebih responsif kepada pelaku usaha. "Kami ingin pelaku usaha merasa didampingi di setiap prosesnya. Oleh karena itu, BPOM di Surabaya hadir untuk membantu menyelesaikan berbagai kendala registrasi agar proses penerbitan Nomor Izin Edar dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan sesuai ketentuan," jelasnya. Ia berharap semakin banyak produk yang aman, bermutu, dan berdaya saing dapat segera dipasarkan untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

BPOM juga memperkuat kolaborasi dengan dunia akademik melalui kerja sama dengan Fakultas Farmasi Universitas Airlangga. Dengan inovasi BRIDGE dan PATRIOTISME, BPOM menyediakan sosialisasi, coaching clinic, dan pendampingan untuk menjembatani hasil riset agar dapat dihilirisasi menjadi produk yang siap memasuki pasar. Selain itu, BPOM terus meningkatkan literasi regulasi kepada pelaku usaha dan masyarakat melalui inovasi PATRIOTISME, yang mencakup edukasi menyeluruh mengenai aspek keamanan, mutu, khasiat, klaim, penandaan, serta proses registrasi dan notifikasi sesuai ketentuan.

Melalui penyelenggaraan One Stop Services di BPOM Surabaya, BPOM menegaskan komitmennya untuk menyediakan layanan regulasi yang responsif, kolaboratif, dan berorientasi pada percepatan inovasi nasional. Sinergi antara BPOM Pusat, BPOM Surabaya, dunia akademik, dan pelaku usaha merupakan langkah nyata dalam mempercepat kehadiran produk-produk Indonesia yang aman, bermutu, berkhasiat, serta mampu bersaing di pasar nasional dan global.

// Artikel Terkait