Wednesday, 29 July 2026
Peristiwa

Ma'ruf Amin Serukan Gencatan Senjata antara Arab Saudi dan Houthi, Tawarkan Solusi Dialog Empat Pilar

Wakil Presiden K.H. Ma'ruf Amin menekankan pentingnya gencatan senjata antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman, serta mengusulkan dialog empat pilar sebagai solusi untuk meredakan konflik.

F
Farhan Hakim
28 July 2026 10 pembaca
Foto: X
Foto: X

Situasi geopolitik di Timur Tengah, khususnya meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman, telah menarik perhatian Wakil Presiden ke-13 Republik Indonesia, K.H. Ma’ruf Amin. Konflik yang semakin meluas hingga ke kawasan strategis Bab el-Mandeb ini berpotensi mengganggu stabilitas keamanan regional dan mengancam rantai perdagangan global.

Melalui Juru Bicara, Masduki Baidlowi, Kiai Ma’ruf Amin menyatakan keprihatinannya terhadap konflik yang berkepanjangan. Ia menegaskan bahwa pertikaian di antara negara dan bangsa Muslim tidak hanya merugikan pihak-pihak yang terlibat, tetapi juga berdampak luas terhadap stabilitas ekonomi, politik, dan psikologis dunia Islam, termasuk Indonesia.

Panggilan untuk Menghentikan Permusuhan

Kiai Ma’ruf Amin sangat sedih melihat kondisi terkini. Ia mengajak para pemimpin di Arab Saudi dan kelompok Houthi untuk segera menghentikan permusuhan. "Sebagai sesama Muslim, darah dan kehormatan adalah hal yang suci. Sudah saatnya senjata diturunkan dan meja dialog digelar secara konstruktif," ungkap Masduki Baidlowi.

Sebagai kontribusi pemikiran dari Indonesia, Kiai Ma’ruf Amin menawarkan 'Jembatan Dialog Empat Pilar' sebagai jalan tengah untuk menyelesaikan konflik ini. Pertama, ia menyerukan gencatan senjata kemanusiaan segera. Ia menekankan perlunya menghentikan seluruh operasi militer serta serangan di Bab el-Mandeb dan wilayah sekitarnya. Jeda ini dianggap sangat penting untuk mencegah krisis kemanusiaan yang lebih parah dan mengamankan jalur perdagangan internasional yang berpengaruh pada ekonomi global, termasuk pasokan energi ke negara-negara berkembang seperti Indonesia.

Mendorong Dialog dan Rekonsiliasi

Kedua, Kiai Ma’ruf Amin mengajak untuk mengaktifkan kembali dialog internal umat. Ia mendorong Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan tokoh-tokoh ulama dunia untuk bertindak sebagai mediator yang netral. Menurutnya, konflik ini harus diselesaikan dengan semangat persaudaraan Islam, bukan melalui intervensi kepentingan asing yang justru memperburuk keadaan.

Ketiga, ia mengajak untuk melakukan rekonsiliasi berbasis inklusivitas politik, mendorong kelompok Houthi dan Arab Saudi untuk duduk bersama dan menyepakati peta jalan tata kelola keamanan kawasan dengan saling menghormati kedaulatan. "Yaman yang stabil dan berdaulat adalah kunci keamanan bagi Arab Saudi, begitu pula sebaliknya," tegasnya.

Keempat, Kiai Ma’ruf Amin mendorong jaminan keamanan jalur logistik internasional dan menyepakati zona bebas konflik di Selat Bab al-Mandeb demi kemaslahatan umat manusia. Gangguan pada jalur ini dapat memicu inflasi global yang berdampak pada masyarakat kecil di berbagai belahan dunia Islam.

Kiai Ma’ruf Amin juga mengingatkan bahwa Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, selalu siap mendukung setiap upaya perdamaian antara kedua negara. "Perang tidak pernah melahirkan pemenang sejati, yang ada hanyalah kehancuran bagi generasi masa depan umat. Mari kita sudahi pertikaian ini dan bangun kembali jembatan dialog yang bermartabat," pesan Masduki Baidlowi mewakili Kiai Ma’ruf Amin.

// Artikel Terkait