Dua mahasiswa dari Program Studi Ilmu Lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto telah membuat bangga institusinya setelah berhasil meraih medali perunggu di ajang Nusantara Creative Competition (NCC) 3. Shovia Hafshah Nisa dan Azizah Tri Wulandari, yang merupakan inovator di balik proyek Sigap Energi, sukses memperkenalkan solusi berbasis Internet of Things (IoT) yang inovatif dan aplikatif. Keberhasilan ini menjadi sorotan, mengingat kompetisi tersebut diikuti oleh banyak peserta dari berbagai universitas di seluruh Indonesia.
Inovasi Sigap Energi yang dikembangkan oleh kedua mahasiswa ini berfokus pada pemanfaatan teknologi IoT untuk mengoptimalkan penggunaan energi. Proyek ini tidak hanya berpotensi untuk meningkatkan efisiensi energi, tetapi juga mendukung upaya menuju keberlanjutan lingkungan. Dalam keterangan resmi, Shovia menuturkan, “Proyek ini bertujuan untuk memberikan solusi praktis dalam pengelolaan energi yang lebih baik, terutama di lingkungan rumah tangga.” Sementara Azizah menambahkan bahwa inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan energi yang efisien.
Ajang NCC 3, yang diselenggarakan oleh sebuah lembaga pendidikan di tanah air, menjadi platform bagi mahasiswa untuk menampilkan karya inovatif mereka. Dengan tema yang beragam, acara ini menantang para peserta untuk menciptakan solusi yang dapat mengatasi berbagai masalah sosial dan lingkungan. Selepas melalui proses seleksi yang ketat, Shovia dan Azizah berhasil menarik perhatian juri dengan presentasi yang meyakinkan mengenai teknologi mereka. Menurut salah satu juri, “Inovasi yang dibawa oleh tim ini menunjukkan potensi besar dalam mengatasi isu-isu energi yang dihadapi masyarakat saat ini.”
Penganugerahan medali perunggu ini tidak hanya menandai prestasi individu mahasiswa, tetapi juga menjadi pengakuan bagi UIN Saizu sebagai institusi yang mendukung pengembangan kreativitas dan inovasi mahasiswa. Pembimbing mereka, yang juga merupakan dosen di Saintek, memberikan dukungan penuh selama proses pengembangan proyek tersebut. Ia mencatat, “Berkat kerja keras dan ketekunan mereka, kami berharap banyak mahasiswa lain terinspirasi untuk berinovasi dan berkarya.”
Dengan kesuksesan ini, Shovia dan Azizah berencana untuk terus mengembangkan proyek Sigap Energi agar dapat diterapkan di berbagai sektor. Mereka optimis bahwa proyek ini dapat memberikan dampak positif untuk masyarakat luas, terutama dalam menghadapi tantangan energi di masa depan. “Kami ingin melanjutkan penelitian ini dan berharap bisa berkolaborasi dengan lebih banyak pihak untuk realisasi teknologi ini,” ungkap Azizah.
Keberhasilan ini adalah langkah awal yang menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia memiliki potensi yang besar dalam bidang inovasi dan teknologi. Pihak universitas berharap pencapaian ini akan memacu semangat mahasiswa lain untuk berpartisipasi dalam kompetisi serupa di masa mendatang, serta mendorong pengembangan solusi yang lebih berkelanjutan untuk lingkungan dan masyarakat.