Saturday, 12 September 2026
Olahraga

Liew Daren Dapat Serangan Setelah Kekalahan Lee Zii Jia di Vietnam Open 2026

Pelatih Lee Zii Jia, Liew Daren, menjadi sasaran kritik setelah kekalahan mengejutkan atletnya di Vietnam Open 2026, yang memicu komentar negatif dari penggemar.

J
Jonathan Michael
11 September 2026 6 pembaca
Lee Zii Jia/[Foto:Thestar]
Lee Zii Jia/[Foto:Thestar]

Lee Zii Jia, yang sering kali mengalami pelecehan daring, kali ini pelatihnya, Liew Daren, menjadi sasaran setelah kekalahan mengejutkan peraih medali perunggu Olimpiade Paris tersebut di Vietnam Open 2026. Liew Daren membagikan komentar dari seorang penggemar bulu tangkis melalui akun media sosialnya, yang menyalahkannya atas penurunan performa Zii Jia baru-baru ini.

β€œHei, sebaiknya kau keluar dari Tim Lee Zii Jia, kau adalah pelatih paling tidak berguna yang bisa dia dapatkan,” tulis penggemar tersebut. Penggemar yang sama juga menyampaikan kekecewaannya dalam tanggapan terhadap unggahan Instagram lainnya, mengklaim bahwa saran Daren berkontribusi pada penampilan buruk Zii Jia.

Kekalahan Mengejutkan di Vietnam Open

Liew Daren mulai menjabat sebagai pelatih Zii Jia pada awal Januari setelah Yeoh Kay Bin menerima tawaran dari Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) untuk bergabung dengan tim tunggal putra junior nasional. Zii Jia menjadi sorotan setelah mengalami kekalahan mengejutkan di babak kedua dari petenis Taiwan peringkat 88 dunia, Wu Zhe-ying, di Vietnam Open. Kekalahan ini menghancurkan harapannya untuk melaju jauh, setelah ia memilih untuk berkompetisi di turnamen Super 100 tingkat bawah demi membangun kembali kepercayaan dirinya.

Dukungan dari BAM dan Lee Chong Wei

Ketua komite kinerja BAM, Datuk Seri Lee Chong Wei, menunjukkan simpati terhadap kesulitan yang dihadapi Zii Jia saat ini dan membuka peluang bagi mantan juara Asia tersebut untuk kembali ke tim nasional jika ia memerlukan bantuan dalam menemukan kembali performa terbaiknya. Lee Zii Jia sebelumnya dikenal sebagai salah satu pemain tunggal putra terkemuka di dunia, mencapai peringkat tertinggi dalam kariernya yaitu peringkat 2 pada tahun 2022 setelah meraih gelar All-England setahun sebelumnya. Namun, serangkaian cedera yang dialaminya tahun lalu mengakibatkan ia absen cukup lama, ditambah dengan pengakuannya tentang depresi, yang berdampak negatif pada penampilannya.

// Artikel Terkait