Leong Jun Hao, atlet bulu tangkis tunggal putra Indonesia, menunjukkan tekad yang kuat untuk memperbaiki penampilannya yang dianggap kurang memuaskan. Meski banyak kritik yang diarahkan kepadanya, pemain berusia 26 tahun ini menolak untuk terpengaruh dan tetap berkomitmen untuk mencapai performa terbaik sebelum tahun berakhir.
Jun Hao mengakui bahwa enam bulan terakhir bukanlah masa yang ideal bagi dirinya, tetapi ia tetap optimis dapat membalikkan keadaan. Ia menyatakan, “Secara keseluruhan, paruh pertama tahun ini bukanlah yang terbaik bagi saya. Tapi masih ada setengah tahun lagi, jadi saya berharap bisa membaik.” Ia lebih memilih untuk fokus pada pengembangan diri ketimbang membiarkan komentar negatif memengaruhi semangatnya. “Saya hanya fokus pada diri sendiri dan bukan pada apa yang orang lain katakan. Saya hanya tetap fokus pada latihan dan apa yang bisa saya lakukan,” tambahnya.
Perjalanan Karier dan Tantangan
Leong Jun Hao sebelumnya menjadi sorotan karena disebut-sebut memiliki masalah disiplin dalam tim nasional. Meskipun saat ini berada di peringkat 26 dunia, ia mengalami kesulitan di tahun ini, belum pernah berhasil melewati babak kedua di turnamen manapun. Namun, ia menunjukkan kemajuan saat mengikuti Indonesian Open meskipun kalah dari Alex Lanier, pemain peringkat 8 dunia asal Prancis. “Saya hanya berusaha untuk kembali ke performa terbaik saya. Saya tahu itu bukan sesuatu yang mudah, tetapi saya harus berusaha untuk mencapainya,” ungkap Jun Hao.
Persiapan Menuju Turnamen Mendatang
Saat ini, Jun Hao tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti Japan Open yang akan berlangsung dari 14 hingga 19 Juli di Tokyo, diikuti oleh China Open di Changzhou pada 21 hingga 27 Juli. Ia menyatakan, “Latihan dan persiapan saya berjalan normal. Saya tidak memiliki target khusus, tetapi saya hanya ingin konsisten.” Ia juga menambahkan pentingnya tetap berlatih meskipun tidak berkompetisi selama hampir sebulan.
Sementara itu, di Australia Open 2026 yang baru saja berakhir, Alwi Farhan, pemain bulu tangkis tunggal putra Indonesia, berhasil membungkam kritik dengan meraih trofi setelah mengalahkan Dong Tianyao dari Tiongkok dengan skor 21-13, 21-13. Kemenangan ini merupakan gelar Super 500 kedua bagi Alwi setelah sebelumnya menang di Indonesian Masters pada bulan Januari.