Friday, 31 July 2026
Olahraga

Lee Zii Jia Berterima Kasih kepada Fisioterapis Setelah Kemenangan di Taiwan Open 2026

Lee Zii Jia mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada fisioterapis Victoria Gao, yang memberinya semangat saat menghadapi masa sulit dalam kariernya. Kemenangannya di babak pertama Taiwan Open menjadi...

F
Farhan Hakim
30 July 2026 8 pembaca
Lee Zii Jia/[Foto:NST]
Lee Zii Jia/[Foto:NST]

Lee Zii Jia menyatakan bahwa salah satu sosok yang memotivasinya untuk terus berjuang dalam kariernya adalah fisioterapis Victoria Gao, bukan pelatih atau rekan sesama pemain. Victoria dikenal luas karena kolaborasinya dengan petenis veteran Taiwan, Chou Tien-chen, yang baru saja meraih gelar di China Open di Changzhou pekan lalu.

Setelah mengalami dua tahun yang penuh cedera yang berdampak pada penurunan peringkatnya, Lee Zii Jia mengakui bahwa kata-kata Victoria selama China Masters tahun lalu masih teringat jelas dalam pikirannya. “Saya tidak akan mengatakan bahwa saya sering berbicara dengan Tien-chen, tetapi Victoria memberi saya banyak dorongan. Yang paling saya ingat adalah apa yang dia katakan kepada saya selama China Masters tahun lalu,” ungkapnya.

“'Selama Anda bisa kembali melangkah ke lapangan lagi, Anda sudah menang,'” tambah Zii Jia saat berbicara kepada media lokal setelah berhasil meraih kemenangan di babak pertama Taiwan Open kemarin. Dalam pertandingan tersebut, pemain bulu tangkis independen ini berhasil mengalahkan Liao Jhuo-fu dari tuan rumah dengan skor 22-24, 21-12, 21-15. Selanjutnya, ia akan berhadapan dengan unggulan kedua, Lin Chun-yi, untuk memperebutkan tempat di perempat final.

Perjuangan dan Keputusan Kembali ke Bulu Tangkis

Lee Zii Jia mengungkapkan bahwa ada saat-saat dalam proses rehabilitasinya di mana ia meragukan keinginannya untuk kembali ke bulu tangkis kompetitif. “Saya menjalani semuanya selangkah demi selangkah. Saya akan terus bermain sampai hari di mana saya tidak bisa bermain lagi,” ujarnya.

“Saya sudah berkali-kali bertanya pada diri sendiri apakah saya harus kembali ke pengadilan, dan setiap kali jawabannya adalah ya. Karena itu jawabannya, saya harus terus maju. Entah saya kalah di babak pertama atau terus kalah, saya percaya saya harus gigih,” jelasnya.

Menolak Seleksi Asian Games

Atlet berusia 28 tahun ini juga menjelaskan bahwa keputusannya untuk tidak mengikuti seleksi ke Asian Games di Aichi-Nagoya bulan September mendatang didasarkan pada kondisi fisiknya saat ini. Ia merasa belum siap untuk berkontribusi dalam ajang tim dan percaya bahwa ada pemain lain yang lebih layak untuk posisi tersebut saat ini.

“Setiap poin penting dalam ajang beregu. Saya rasa ada pemain yang lebih cocok untuk ajang ini saat ini. Mentalitas, fisik, dan gaya bermain saya sekarang semuanya berbeda. Seiring bertambahnya usia, saya tidak bisa bermain seagresif dulu. Saya masih berupaya menemukan gaya bermain baru yang cocok untuk saya dan semoga ini akan membantu saya menjadi pemain yang lebih matang,” tutup Zii Jia.

// Artikel Terkait