Sunday, 13 September 2026
Olahraga

Lee Chong Wei Menyatakan Kesiapan BAM untuk Lee Zii Jia Kembali Bergabung

Lee Chong Wei, legenda bulu tangkis Malaysia, menunjukkan kepedulian terhadap kesulitan yang dihadapi Lee Zii Jia di kancah internasional dan menyatakan bahwa BAM siap mendukungnya jika ingin kembali.

S
Saraswati Indira Alika
12 September 2026 13 pembaca
Lee Zii Jia/[Foto:Thestar]
Lee Zii Jia/[Foto:Thestar]

Kuala Lumpur, Malaysia: Lee Chong Wei, mantan bintang bulu tangkis Malaysia, mengungkapkan keprihatinan mendalam terkait tantangan yang dihadapi Lee Zii Jia di arena internasional. Ia merasa sedih melihat seorang atlet berbakat seperti Zii Jia mengalami penurunan performa yang berkepanjangan.

Peraih tiga medali perak Olimpiade ini meyakini bahwa dengan adanya lingkungan pelatihan yang lebih terorganisir, mitra sparing yang lebih tangguh, serta dukungan tim yang komprehensif, mantan juara All England tersebut dapat menemukan kembali performa terbaiknya. Lee Chong Wei, yang kini menjabat sebagai ketua Komite Kinerja Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM), menegaskan bahwa BAM tetap terbuka untuk berdialog dengan Lee Zii Jia jika ia memerlukan bantuan untuk melanjutkan kariernya.

Kemunduran di Vietnam Open 2026

Komentar ini muncul setelah Lee Zii Jia mengalami kemunduran di Vietnam Open 2026 yang berlangsung di Kota Ho Chi Minh. Saat ini, Lee berada di peringkat 58 dunia dan mendapatkan bye di babak pertama, namun terpaksa tersingkir di babak kedua oleh Wu Zhe Ying, pemain Taiwan berusia 20 tahun yang menduduki peringkat 88 dunia. Wu berhasil meraih kemenangan dalam pertemuan pertama mereka dengan skor 21-8, 13-21, 21-14 setelah bertanding selama 47 menit.

Kekalahan ini menjadi sangat mengecewakan, mengingat Lee memilih untuk berpartisipasi di ajang Super 100 demi membangun kembali kepercayaan diri dan ritme kompetitifnya. Namun, pencariannya untuk menemukan performa terbaiknya terus menghadapi tantangan.

Pintu BAM Selalu Terbuka

Lee Chong Wei menegaskan bahwa ini bukan kali pertama BAM menawarkan dukungan kepada Lee Zii Jia. Sebelumnya, BAM telah mengundangnya untuk mewakili Malaysia di Asian Games, namun Lee menolak karena merasa belum siap untuk kembali ke kompetisi besar. Lee Chong Wei mengungkapkan bahwa BAM menghormati keputusan tersebut.

“Ini bukan kali pertama kami mengundang Zii Jia. Kami menawarkannya kesempatan untuk bermain di Asian Games, tetapi dia merasa belum siap, jadi kami menghormati keputusannya,” kata Lee. Meskipun demikian, Lee Chong Wei mengungkapkan kekecewaannya melihat Lee kembali mengalami kekalahan di turnamen yang lebih rendah. “Pintu BAM selalu terbuka. Dia bisa datang dan mendiskusikan masa depannya dengan kami kapan saja,” tambahnya.

Lee Chong Wei percaya bahwa keputusan akhir harus datang dari Lee Zii Jia sendiri. Ia meyakini bahwa pemain harus menentukan lingkungan yang memberikan peluang terbaik untuk membangun kembali kariernya.

Peluang Kembali ke BAM

Lee Chong Wei berpendapat bahwa sistem nasional dapat memberikan beberapa keuntungan bagi Lee Zii Jia. Program pelatihan yang terstruktur akan memberikan akses latihan berkualitas tinggi secara rutin, sementara mitra latih tanding yang kuat dapat membantu menciptakan kembali intensitas yang diperlukan saat berhadapan dengan pemain-pemain top di BWF World Tour. BAM juga dapat menawarkan dukungan yang lebih luas, termasuk pelatihan, pengkondisian fisik, ilmu olahraga, dan sumber daya kinerja lainnya. Bagi seorang pemain yang berusaha pulih dari hasil yang tidak konsisten, stabilitas tersebut bisa sangat berharga.

Ong Ewe Hock, mantan pemain internasional Malaysia, juga menyatakan keprihatinan tentang situasi Lee saat ini. Ia percaya bahwa masih terlalu dini untuk membicarakan pensiun dan merasa Lee masih memiliki potensi untuk bersaing di level tinggi selama dua atau tiga tahun ke depan jika ia mampu mengatasi masalah yang memengaruhi penampilannya. Ong menggambarkan Lee sebagai seseorang yang terombang-ambing tanpa arah yang jelas di lautan.

“Zii Jia seperti seseorang yang terombang-ambing di laut dengan perahu tanpa radar atau kapten. Tidak ada arah yang jelas, dan itu menyedihkan untuk dilihat,” ungkap Ong. Ia menekankan bahwa meskipun kualitas Lee masih ada, masalah yang dihadapinya lebih berkaitan dengan kepercayaan diri dan aspek mental dalam kompetisi dibandingkan dengan kemampuan teknisnya.

Kekalahan di Vietnam Open ini menambah tekanan pada Lee Zii Jia setelah hasil mengecewakan lainnya di Korea Masters, di mana ia tersingkir di babak pertama oleh sesama pemain Malaysia, Eogene Ewe. Hasil-hasil ini semakin memperberat upayanya untuk kembali ke level yang pernah menjadikannya salah satu pemain penyerang paling berbahaya di dunia bulu tangkis. Meskipun kemampuan Lee tidak diragukan, tantangan terbesarnya adalah menemukan konsistensi yang diperlukan untuk mempertahankan performa tersebut di setiap turnamen.

// Artikel Terkait