Sunday, 13 September 2026
Olahraga

An Se Young Raih 13 Kemenangan Beruntun dengan Dominasi Penuh

An Se Young menunjukkan performa luar biasa dengan meraih 13 kemenangan berturut-turut, termasuk gelar di China Masters 2026, tanpa kehilangan satu set pun. Kemenangan telaknya melawan para pesaing me...

T
Theresia Okta Anindya
13 September 2026 10 pembaca
An Se Young/[Foto:Xportsnews]
An Se Young/[Foto:Xportsnews]

Menjadi semakin sulit untuk mengalahkan An Se Young, bahkan merebut satu set darinya pun menjadi tantangan. Dengan perbedaan poin yang signifikan antara pemain peringkat satu dunia dan pesaing di posisi dua atau tiga, kemenangan 2-0 sering kali terjadi dalam pertandingan An Se Young.

Di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) China Masters (Super 750) 2026 yang berlangsung di Shenzhen, Tiongkok pada tanggal 6, An Se Young berhasil meraih gelar tunggal putri setelah memenangkan semua lima pertandingannya dengan skor 2-0. Kemenangan ini benar-benar mencerminkan performa sempurna dari An Se Young.

Perjalanan Menuju Gelar

Pada babak pertama China Masters, An Se Young melawan pemain peringkat 17 dunia, Lin Xiang-ti dari Taiwan, dan berhasil menang dengan skor 2-0 (21-11, 21-3) hanya dalam waktu 33 menit. Di babak 16 besar, ia kembali menunjukkan kekuatannya dengan mengalahkan Han Chen-shi, pemain peringkat 33 dunia, dengan skor 2-0 (21-14, 21-7).

Di perempat final, An Se Young bertemu dengan Kim Ga Eun dalam 'Derby Korea' dan meraih kemenangan 2-0 (21-11, 21-10) hanya dalam 37 menit. Ia tidak kehilangan satu set pun dalam tiga pertandingan tersebut, dan dari enam set yang dimainkan, lawan-lawannya tidak pernah mencetak lebih dari 15 poin.

Kemenangan di Semifinal dan Final

Di semifinal, An Se Young berhadapan dengan Akane Yamaguchi, pemain Jepang yang menempati peringkat tiga dunia, yang sebelumnya ia kalahkan di final Kejuaraan Dunia BWF di New Delhi, India bulan lalu. An Se Young kembali meraih kemenangan dengan skor 2-0 (21-13, 21-15) dalam waktu 42 menit. Meskipun Yamaguchi tidak pernah gagal mencetak 10 poin dalam setiap pertandingan, pencapaian 13 poin di game pertama dan 15 poin di game kedua tidak sesuai dengan ekspektasi untuk pemain peringkat tiga dunia.

Di final, An Se Young menghadapi Tomoka Miyazaki, pemain Jepang peringkat sembilan dunia, yang mengejutkan dengan mengalahkan Wang Ziyi, pemain peringkat dua dunia, di semifinal. An Se Young menang dengan skor 2-0 (21-17, 21-6) dalam waktu 45 menit, mendominasi terutama di game kedua dengan skor 21-6.

Sejak terakhir kali An Se Young kalah dalam pertandingan, yakni semifinal melawan Chen Yufei (peringkat 4 dunia) di Indonesia Open pada 6 Juni, ia telah mencatatkan 13 kemenangan berturut-turut, semuanya dengan skor 2-0. Tahun ini, An Se Young mencatatkan rekor impresif dengan 49 kemenangan dan hanya satu kekalahan, mencapai persentase kemenangan 98,00%, serta memenangkan 43 pertandingan dengan skor 2-0.

Menarik untuk menantikan apakah "insting sempurna" An Se Young akan terus berlanjut di Asian Games Aichi-Nagoya yang akan diadakan di Jepang pada tanggal 19. Diperkirakan ia akan memainkan sekitar delapan pertandingan di nomor beregu dan individu, dan bagi lawan-lawannya, memenangkan satu pertandingan saja sudah menjadi pencapaian yang membanggakan.

// Artikel Terkait