Thursday, 05 November 2026
Ekobis

Laju IHSG Menguat di Awal Perdagangan: Naik 1,6 Persen Hingga Tembus Level 5.039

M
Miftahuda
05 November 2026 5 pembaca
Pergerakan layar transaksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menguat pada pembukaan perdagangan Kamis (5/11/2026) hingga menembus level 5.000. Foto: dok.SindoNews
Pergerakan layar transaksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menguat pada pembukaan perdagangan Kamis (5/11/2026) hingga menembus level 5.000. Foto: dok.SindoNews

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan pada Kamis (5/11/2026) di zona hijau dengan mencatatkan kenaikan sebesar 78,57 poin atau 1,60 persen. Penguatan tersebut membawa indeks ke level 4.998 saat pembukaan, sebelum akhirnya melanjutkan laju kenaikannya menembus level psikologis 5.000 hingga menyentuh posisi 5.039, atau naik 2,43 persen.

Dominasi Saham Positif dan Aktivitas Transaksi Awal

Berdasarkan data RTI pada awal perdagangan, sebanyak 402 saham mencatatkan penguatan di zona hijau. Sementara itu, 115 saham mengalami pelemahan dan 446 saham lainnya berada pada posisi stagnan. Total nilai transaksi yang terhimpun pada awal sesi ini mencapai Rp570 miliar, dengan volume perdagangan mencapai 1,6 miliar lembar saham.

Laju penguatan IHSG turut didorong oleh pergerakan positif sejumlah indeks utama lainnya. Indeks LQ45 tercatat naik 2,67 persen ke level 514, Indeks Saham Syariah Indonesia (JII) menguat 3,44 persen ke posisi 291, MNC36 meningkat 2,82 persen ke level 227, serta IDX30 mengalami kenaikan 2,56 persen ke posisi 290.

Pergerakan Sektoral dan Jajaran Top Gainers-Losers

Penguatan pada perdagangan pagi ini berlangsung secara meluas di seluruh lini pasar saham nasional. Mayoritas indeks sektoral berada di zona hijau, meliputi sektor energi, konsumer non-siklikal, properti, teknologi, keuangan, bahan baku, transportasi dan logistik, infrastruktur, kesehatan, konsumer siklikal, hingga sektor industri.

Saham PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT), PT Palayaran Nelly Dwi Putri Tbk (NELY), dan PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) memimpin daftar pencetak keuntungan terbesar (top gainers). Di sisi lain, saham PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR), Reksa Dana Indeks Simas ETF IDX30, serta PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) menduduki jajaran pencetak penurunan terbesar (top losers).

Pergerakan IHSG pada pembukaan pagi ini melanjutkan tren positif dari sesi sebelumnya. Pada perdagangan Rabu (4/11/2026), indeks ditutup menguat 0,32 persen di posisi 4.919,77. Pergerakan konsisten ke zona hijau ini menjadi sinyal pemulihan pasar saham nasional menuju wilayah psikologis 5.000.

// Artikel Terkait