JAKARTA, iNews.id - Teknologi kecerdasan buatan (AI) kini telah mencapai kemampuan untuk menganalisis gerakan tubuh manusia secara tiga dimensi (3D) hanya dengan memanfaatkan rekaman video biasa. Inovasi ini dikenal dengan nama Human Motion Analytics dan tidak memerlukan sensor yang dikenakan pada tubuh atau studio khusus untuk merekam gerakan.
Kerja sama antara Fujitsu dan PT Alita Praya Mitra (Alita) menghasilkan teknologi ini. Human Motion Analytics memanfaatkan AI pengenalan skeleton untuk mendigitalisasi gerakan tubuh manusia dalam format 3D dari video yang direkam. Direktur Utama Alita, Joseph Lumban Gaol, menjelaskan bahwa teknologi ini memungkinkan analisis gerakan yang sebelumnya hanya bisa dilakukan di laboratorium dengan peralatan khusus, kini dapat dilakukan menggunakan kamera biasa dengan dukungan pengolahan berbasis AI.
Transformasi Analisis Gerakan
Joseph menyatakan, "Teknologi ini membuat analisis gerak yang tadinya hanya bisa dilakukan di laboratorium menjadi jauh lebih terjangkau. Bagi kami, ini bukan sekadar mendatangkan produk dari luar, tetapi Alita sebagai perusahaan teknologi lokal akan mengembangkan penggunaan teknologinya dengan konteks Indonesia agar benar-benar menjawab kebutuhan atlet, pelatih, dan tenaga kesehatan di Indonesia." Pernyataan ini menunjukkan komitmen Alita untuk berkontribusi dalam pengembangan teknologi yang relevan dengan kebutuhan lokal.
Penerapan dalam Olahraga
Dalam dunia olahraga, Human Motion Analytics dapat dimanfaatkan untuk membantu dalam identifikasi bakat serta meningkatkan performa atlet. Teknologi ini menawarkan cara yang lebih praktis untuk menganalisis gerakan tanpa harus bergantung pada fasilitas laboratorium khusus, sehingga lebih mudah diakses oleh para pelatih dan atlet.