Tesla menguak sejumlah detail teknis menarik mengenai robotaxi Cybercab miliknya dalam sebuah sesi tinjauan teknis bersama Munro Live di pabrik Giga Texas. Kendaraan listrik (electric vehicle/EV) ini dikembangkan secara mendasar dan bukan sekadar mobil listrik biasa yang dihilangkan komponen setir serta pedalnya. Tesla menerapkan pendekatan berbeda pada struktur baterai, sistem penggerak listrik (powertrain), proses manufaktur, hingga efisiensi pemeliharaannya guna menekan biaya produksi dan memastikan masa operasional yang panjang.
Inovasi Paket Baterai Modular dan Sistem Penggerak Baru
Salah satu aspek paling menonjol dari Cybercab terletak pada penggunaan paket baterai baru yang dirancang agar lebih mudah dirawat. Kendaraan ini tetap menggunakan sel baterai 4680 seperti pada beberapa model Tesla lainnya, namun konfigurasinya berbeda dari baterai struktural pada Model Y. Baterai Cybercab dibagi menjadi modul-modul terpisah di dalam wadah baja dengan material khusus pengaman sel.
Desain modular ini memungkinkan perbaikan dilakukan hanya pada modul yang rusak secara individual tanpa harus mengganti keseluruhan paket baterai. Sistem ini dilengkapi dengan Sistem Manajemen Baterai (Battery Management System/BMS) nirkabel serta tidak lagi menggunakan sekering piroteknik (pyro fuses) sebagai pemutus sirkuit pengaman.
Pada sektor penggerak, Cybercab mengusung unit motor listrik baru penggerak roda depan dengan rasio gigi 11:1 yang dipadukan inverter generasi terbaru. Inverter ini didesain lebih ringkas sehingga pemeliharaan dapat dilakukan dari bagian atas tanpa perlu mengangkat kendaraan atau melepas unit penggerak. Tesla juga menggunakan pompa oli mekanis yang lebih sederhana untuk mengurangi biaya serta menyederhanakan kompleksitas sistem. Sejumlah komponen seperti papan sirkuit dan power stage dilaporkan mulai dikirim dari fasilitas Fremont untuk kendaraan yang diproduksi tahun ini.
Efisiensi Manufaktur Unboxed dan Teknik Pewarnaan Bebas Fasilitas Cat
Tesla juga melakukan perubahan besar pada proses pengecatan bodi kendaraan. Cybercab tidak lagi melewati fasilitas pengecatan konvensional, melainkan menggunakan metode Reaction Injection Molding (RIM). Metode ini mengintegrasikan warna secara langsung ke dalam material saat panel bodi dibentuk di dalam cetakan.
Wakil Presiden Teknik Kendaraan Tesla, Lars Moravy, menyampaikan pandangannya terkait penghematan dari metode alternatif ini.
“Pembangunan fasilitas pengecatan dapat menelan biaya hingga ratusan juta dolar,” ujar Lars Moravy.
Dengan pencampuran warna langsung ke dalam material, goresan kecil pada bodi kendaraan tidak akan memperlihatkan warna dasar yang berbeda, sementara kerusakan permukaan tetap dapat diperbaiki.
Dari sisi manufaktur, Cybercab mengadopsi konsep Unboxed Manufacturing. Kendaraan dibagi menjadi beberapa modul utama yang dirakit dan diuji secara terpisah sebelum digabungkan pada tahap perakitan akhir. Metode ini diklaim mampu mengurangi kebutuhan ruang lantai pabrik hingga 50 persen. Lini perakitan akhir Cybercab hanya menggunakan 25 stasiun dengan tingkat otomatisasi keseluruhan mencapai 78 persen, bahkan struktur bodi kendaraan telah mencapai otomatisasi 100 persen.
Pengoperasian Elektronik dan Daya Tahan Tinggi
Cybercab turut menerapkan sistem brake-by-wire yang memungkinkan rem dikendalikan secara elektronik ketimbang sambungan mekanis konvensional, sehingga komponen pengereman depan dan belakang dapat diuji secara terpisah sebelum dipasang.
Mengenai ketahanan armada robotaxi ini, Lars Moravy menegaskan target jarak tempuh yang mampu dicapai oleh kendaraan tersebut.
“Kendaraan tersebut dirancang untuk mampu menempuh jarak setidaknya 500.000 mil—setara dengan sekitar 804.672 kilometer,” jelas Lars Moravy.
Jarak tempuh mencapai 804.672 kilometer tersebut setara dengan kemampuan mengelilingi bumi sebanyak 20 kali. Cybercab sendiri memang tidak dikembangkan untuk penggunaan pribadi pada umumnya, melainkan dirancang khusus untuk beroperasi sebagai armada transportasi otonom.