Saturday, 01 August 2026
Peristiwa

Jusuf Kalla Serukan PMI dan Relawan Siaga Hadapi Bencana Kekeringan

Ketua Umum Palang Merah Indonesia, Jusuf Kalla, mengingatkan akan dampak kekeringan yang diperkirakan akan berlanjut hingga akhir tahun dan meminta relawan PMI untuk siap membantu masyarakat yang terd...

N
Ni Luh Ayu Sari
31 July 2026 4 pembaca
Foto: Kamran Dikarma/Republika
Foto: Kamran Dikarma/Republika

Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) mengingatkan akan potensi bencana kekeringan yang diprediksi akan berlangsung hingga akhir tahun ini. Dalam kesempatan tersebut, dia meminta para relawan PMI untuk selalu siap sedia dalam membantu masyarakat yang terkena dampak bencana tersebut.

“Sekarang ini kekeringan di mana-mana, El Nino, dan itu bisa terjadi sampai akhir tahun ini,” ungkap JK saat menghadiri pelantikan pengurus PMI Jawa Tengah yang berlangsung di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, pada hari Jumat (31/7/2026).

Dampak Kekeringan Terhadap Pertanian dan Pasokan Air

JK menjelaskan bahwa kekeringan dapat menyebabkan dua masalah utama, yakni berkurangnya pasokan komoditas pertanian serta pasokan air bersih. Dia menekankan bahwa PMI berkomitmen untuk melakukan operasi penanganan dan penanggulangan terhadap bencana kekeringan ini. “Ada 200 mobil tangki PMI yang harus bergerak ke seluruh Indonesia, khususnya Jawa, Bali, Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatra. Itulah tempat yang sekarang dilanda krisis ini,” tambahnya.

Kesiapsiagaan PMI dan Peran Relawan

Jusuf Kalla juga menyoroti posisi Indonesia yang berada di Cincin Api atau Ring of Fire, yang menjadikannya rentan terhadap berbagai bencana, termasuk gempa bumi dan tsunami. Dalam konteks ini, JK menegaskan pentingnya kesiapsiagaan PMI dan relawannya dalam membantu masyarakat. “Kesiapsiagaan itu harus bekerja dengan baik. Bagaimana PMI bekerja dengan baik? Yaitu yang pertama bekerjanya relawan, yang bekerja di lapangan. Karena itu harus mempunyai persiapan latihan yang baik. Lebih satu juta relawan PMI yang terlatih,” jelasnya.

Dia menambahkan bahwa para relawan PMI melaksanakan tugas mereka tanpa imbalan. “Karena relawan itu ingin membantu masyarakat, tanpa dibayar atau apapun,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua PMI Jawa Tengah, Haryanto, menyatakan bahwa saat ini lembaganya fokus pada penanganan bencana kekeringan di berbagai daerah di Jawa Tengah. Haryanto mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyalurkan bantuan sebanyak 2,2 juta liter air bersih kepada masyarakat. “2,2 juta (liter air bersih) itu sudah terdistribusi di 16 kabupaten/kota yang ada 543 tangki,” jelas Haryanto setelah mendampingi JK.

Sebagai Ketua PMI Jateng yang baru, Haryanto menyatakan bahwa dia belum merumuskan program khusus. “Untuk sementara ini menangani kekeringan, fokusnya menangani kekeringan. Karena di beberapa daerah itu banyak permintaan air bersih,” tutupnya.

// Artikel Terkait