Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, yang menduduki peringkat 4 dunia, berhasil memastikan tempatnya di perempat final turnamen China Open 2026 yang menawarkan hadiah total sebesar USD 2.000.000 atau sekitar 34 miliar rupiah. Kemenangan ini diraih setelah mengalahkan mantan juara dunia asal Singapura, Loh Kean Yew, dalam pertandingan yang berlangsung di Changzhou Olympic Sports Center Gymnasium, China pada Kamis (23/7) malam waktu setempat.
Dalam pertandingan tersebut, Jonatan yang menjadi unggulan keempat, berhasil menundukkan Loh Kean Yew melalui pertarungan ketat yang berakhir dengan skor 12-21, 21-6, dan 21-13. Setelah pertandingan, Jonatan menyatakan, “Seperti kemarin, memang agak tricky juga di lapangan. Saya maupun lawan sama-sama merasakan jadi harus punya strategi yang tepat dan berani menggunakannya.”
Ia juga menambahkan, “Di gim pertama coba beberapa kali melihat kondisi dan tes beberapa kali ternyata banyak yang keluar bolanya, jadi langsung memutuskan kalau sampai ke gim ketiga harus lebih agresif di awal. Puji Tuhan berjalan sesuai rencana dan lebih nyaman ketika berbalik setelah interval.” Jonatan Christie selanjutnya akan berhadapan dengan pemain andalan Kanada, Victor Lai, dalam upayanya untuk melaju ke semifinal.
Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri Melaju ke Delapan Besar
Di sisi lain, pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri, yang menempati peringkat 2 dunia, juga berhasil melaju ke babak delapan besar turnamen ini setelah mengalahkan pasangan asal Jepang, Takumi Nomura dan Yuichi Shimogami. Mereka menang dalam dua game langsung dengan skor 21-19 dan 21-11, dalam pertandingan yang berlangsung pada Kamis (23/7) sore waktu setempat.
Fajar Alfian mengungkapkan rasa syukurnya setelah pertandingan, “Pertama-tama alhamdulillah bersyukur dengan kemenangan hari ini. Kalau tentang pertandingan tadi, kondisi lapangan satu sangat berbeda dengan lapangan dua kemarin. Arah angin di sini benar-benar kencang.”
Ia menjelaskan lebih lanjut, “Di gim pertama kami menang angin, strateginya bagaimana kami harus menurunkan bola tapi banyak terlalu hati-hati jadi cukup sulit juga untuk mengambil keunggulan. Gim kedua kami kalah angin, kami mencoba mengubah pola dengan bermain panjang-panjang dan ternyata bisa nyaman mengontrol permainan.” Fikri juga menambahkan, “Di poin terakhir gim pertama itu saya coba fokus saja ketika rally panjang, membaca pergerakan dan membaca arah bola sehingga bisa mengeksekusi sentuhan dengan baik.”
Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri, yang baru saja menjadi juara di Japan Open pekan lalu, bertekad untuk mempertahankan gelar China Open yang mereka raih tahun lalu saat menghadapi pasangan asal Korea Selatan, Kang Min Hyuk dan Ki Dong Ju.