🔴 Breaking
Antusiasme Tinggi Menyambut Final Four Proliga 2026 di Solo Ronald Araujo Percaya Barcelona Dapat Mengubah Situasi Tiga Jurnal UIN Saizu Meraih Akreditasi SINTA, Peningkatan Kualitas Publikasi Ilmiah Mujani Menanggapi Laporan Polisi: Kolaborasi dengan Aparat dalam Mengatasi Isu Opini Publik Tidak Menguntungkan Kejadian Tragis: Wanita di Gresik Tertipu Masuk Kerja Menggunakan Seragam ASN Atletico Madrid Peroleh Kemenangan di Camp Nou, Diego Simeone Menyampaikan Penyesalan Pertarungan Sengit Antara West Ham dan Wolves: Lima Fakta Menarik Menjelang Laga Premier League KPK Memanggil Sembilan Biro Perjalanan Haji dan Umrah Terkait Kasus Mantan Menag Yaqut Iran Kembali Menutup Selat Hormuz Setelah Serangan Israel di Lebanon Pertandingan Legenda Barcelona dan Tim Legendaris Ronaldo: Keberkahan untuk Jakarta di Clash of Legends 2026 Antusiasme Tinggi Menyambut Final Four Proliga 2026 di Solo Ronald Araujo Percaya Barcelona Dapat Mengubah Situasi Tiga Jurnal UIN Saizu Meraih Akreditasi SINTA, Peningkatan Kualitas Publikasi Ilmiah Mujani Menanggapi Laporan Polisi: Kolaborasi dengan Aparat dalam Mengatasi Isu Opini Publik Tidak Menguntungkan Kejadian Tragis: Wanita di Gresik Tertipu Masuk Kerja Menggunakan Seragam ASN Atletico Madrid Peroleh Kemenangan di Camp Nou, Diego Simeone Menyampaikan Penyesalan Pertarungan Sengit Antara West Ham dan Wolves: Lima Fakta Menarik Menjelang Laga Premier League KPK Memanggil Sembilan Biro Perjalanan Haji dan Umrah Terkait Kasus Mantan Menag Yaqut Iran Kembali Menutup Selat Hormuz Setelah Serangan Israel di Lebanon Pertandingan Legenda Barcelona dan Tim Legendaris Ronaldo: Keberkahan untuk Jakarta di Clash of Legends 2026
Peristiwa

Iran Kembali Menutup Selat Hormuz Setelah Serangan Israel di Lebanon

Iran mengambil langkah tegas dengan menutup Selat Hormuz sebagai reaksi terhadap serangan Israel di Lebanon, meningkatkan ketegangan di kawasan.

Stephanie Marissa

Penulis

09 April 2026
4 kali dibaca
Iran Kembali Menutup Selat Hormuz Setelah Serangan Israel di Lebanon

Iran telah mengambil keputusan untuk menutup Selat Hormuz dalam upaya merespons serangan terbaru yang dilakukan oleh Israel terhadap wilayah Lebanon. Langkah ini dilakukan setelah serangan yang mengakibatkan sejumlah kerusakan dan mengklaim nyawa banyak orang. Saksi mata melaporkan bahwa ketegangan di kawasan meningkat seiring dengan ketidakpastian yang menyelimuti situasi di Lebanon.

Penutupan Selat Hormuz, yang merupakan salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia, menjadi langkah strategis Iran di tengah meningkatnya ketegangan politik dan militer. Menurut seorang pejabat pemerintah Iran yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, "Kami tidak akan membiarkan tindakan agresif Israel terus berlanjut tanpa respons yang sesuai." Pernyataan ini menunjukkan tekad Iran untuk mempertahankan kedaulatan dan keamanan nasionalnya dalam menghadapi ancaman dari luar.

Serangan Israel ke Lebanon dilaporkan terjadi pada dini hari, melibatkan serangan udara yang ditujukan kepada posisi-posisi yang diduga menjadi basis militer kelompok Hezbollah, yang didukung Iran. "Suara ledakan sangat keras, dan kami merasa ketakutan. Kami tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya," ungkap seorang warga Lebanon yang berada dekat lokasi serangan. Dia menambahkan bahwa situasi semakin mencekam setelah berita penutupan Selat Hormuz tersebar.

Sementara itu, berbagai pihak di dunia internasional mengamati perkembangan situasi ini dengan cermat, mengingat Selat Hormuz adalah jalur perdagangan vital bagi pasokan energi global. Menurut laporan, sekitar 20% dari pasokan minyak dunia melintasi selat tersebut. Penutupan selat ini berpotensi menyebabkan lonjakan harga minyak dan gangguan pasokan yang lebih luas, yang dapat memicu dampak ekonomi yang signifikan di berbagai negara.

Dari perspektif militer, Iran nampaknya meningkatkan kehadiran angkatan bersenjatanya di sekitar Selat Hormuz, dengan tujuan untuk memperkuat pengawasan dan keamanan. "Kami akan memastikan bahwa setiap kapal yang melintasi perairan kami akan aman, namun kami juga akan mengambil tindakan tegas terhadap setiap provokasi," tegas pejabat tersebut. Langkah ini menyoroti bagaimana rentannya situasi di kawasan tersebut, di mana konflik dapat dengan cepat meluas.

Seiring berjalannya waktu, perhatian kini tertuju pada respons internasional terhadap tindakan Iran ini. Negara-negara besar selaku pengimpor energi kini harus mempertimbangkan langkah-langkah yang akan diambil untuk menjaga stabilitas di pasar energi global. Sementara itu, perkembangan lebih lanjut di Lebanon dan reaksi dari Israel masih akan menjadi fokus utama, seiring situasi yang terus berkembang di kawasan tersebut.

Artikel Terkait

Sumber: news.detik.com