Wednesday, 26 August 2026
Olahraga

--- Inspirasi Erfan Majeed Hajibeigy dari Lee Chong Wei dalam Karier Bulu Tangkisnya ---

--- Erfan Majeed Hajibeigy, pemain bulu tangkis berusia 19 tahun, meraih medali emas di Sukma setelah terinspirasi oleh idolanya, Lee Chong Wei. Peralihan dari sepak bola ke bulu tangkis membawa perub...

J
Jonathan Michael
24 August 2026 53 pembaca
Erfan Majeed Hajibeigy/[Foto:Thestar]
Erfan Majeed Hajibeigy/[Foto:Thestar]
---TITLEEXCERPT--- Erfan Majeed Hajibeigy, pemain bulu tangkis berusia 19 tahun, meraih medali emas di Sukma setelah terinspirasi oleh idolanya, Lee Chong Wei. Peralihan dari sepak bola ke bulu tangkis membawa perubahan besar dalam hidupnya. ---CONTENT---

Erfan Majeed Hajibeigy, seorang atlet bulu tangkis nasional yang juga berasal dari Wilayah Federal, mengalami perubahan signifikan dalam hidupnya berkat pendidikan yang dijalaninya. Pemuda berusia 19 tahun ini memulai perjalanan sekolah menengahnya dengan ketertarikan pada sepak bola, namun kini ia sukses meraih medali emas di cabang bulu tangkis beregu putra saat ajang Sukma yang berlangsung di Setia City Convention Centre pada hari Kamis.

“Saya mengetahui bahwa Datuk Seri Lee Chong Wei dulu berlatih di sekolah saya dan termotivasi untuk ikut bermain tenis,” ungkap Erfan, yang merupakan alumni Taylor's International School Kuala Lumpur (sebelumnya dikenal sebagai Sekolah Sri Garden). Dalam pertandingan final, Erfan berkontribusi pada kemenangan timnya dengan skor 3-1 melawan Penang, setelah mengalahkan Tan Kean Wei dengan angka 21-17, 11-21, 24-22.

Peralihan Karier dan Tantangan Fisik

Saat ini, Erfan berada di peringkat ke-218 dunia. Ia mengaitkan keberhasilannya dalam beralih ke bulu tangkis dengan pengalaman olahraganya yang luas, termasuk sepak bola, bola voli, bola basket, dan bisbol. Erfan menjelaskan bahwa keputusan untuk meninggalkan sepak bola dipengaruhi oleh masalah kesehatan. “Saya sering mengalami cedera selama bermain sepak bola. Saya dan orang tua saya memutuskan bahwa dalam jangka panjang akan lebih baik bagi saya untuk menekuni bidang ini,” jelasnya.

Meski telah meraih kesuksesan, Erfan masih merasakan dampak dari cedera yang dialaminya, khususnya pada lututnya. “Saya merasakan sedikit nyeri setelah pertandingan. Jadi saya harus lebih banyak melakukan pemulihan,” tambahnya.

Keyakinan untuk Masa Depan

Meskipun mengalami kekalahan dengan skor 21-9, 18-21, 21-23 dari Lee Yen Wei dari Melaka di nomor tunggal putra pada hari sebelumnya, Erfan Majeed Hajibeigy tetap optimis. Ia percaya bahwa pencapaian medali emas di ajang pertamanya ini akan menjadi dorongan untuk meningkatkan kepercayaan dirinya dalam kompetisi yang akan datang.

// Artikel Terkait