JAKARTA, iNews.id - Mahasiswa di Indonesia diberikan tantangan untuk menciptakan inovasi yang dapat meningkatkan produktivitas kelapa sawit, kakao, dan kelapa tanpa perlu memperluas area pertanian. Tantangan ini diungkapkan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dalam sebuah seminar daring mengenai Call for Proposal Lomba Riset Tingkat Mahasiswa Tahun 2026–2027.
Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfansyah, menekankan pentingnya peran generasi muda dan institusi pendidikan tinggi dalam menghasilkan penelitian yang sesuai dengan kebutuhan sektor perkebunan. Ia menjelaskan bahwa riset yang dilakukan oleh mahasiswa diharapkan tidak hanya memiliki nilai akademis, tetapi juga dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, industri, dan para petani.
“Mahasiswa memiliki ruang yang sangat besar untuk menghadirkan perspektif baru dan solusi yang berani. Melalui lomba ini, kami berharap lahir inovasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga dapat menjawab persoalan nyata serta meningkatkan kesejahteraan pekebun sawit, kakao, dan kelapa,” ujar Mohammad Alfansyah.
Tujuan dan Fokus Riset
Program Lomba Riset Tingkat Mahasiswa merupakan bagian dari upaya BPDP untuk mendukung penelitian dan pengembangan dalam komoditas perkebunan. Mahasiswa didorong untuk menghasilkan ide-ide yang kreatif, inovatif, dan aplikatif, serta memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut.
Fokus dari riset ini adalah untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, keberlanjutan, dan juga kesejahteraan para pekebun.