Wednesday, 28 October 2026
Teknologi

InfraNexia Tingkatkan Infrastruktur untuk Mendukung Perkembangan AI di Tanah Air

PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) memperkuat infrastruktur konektivitas guna mendukung pertumbuhan teknologi kecerdasan buatan (AI) di Indonesia dengan fokus pada peningkatan kapasitas da...

D
Doni Setiawan
28 October 2026 1 pembaca
Advertisement
Advertisement
inews.id Sumber: inews.id

DENPASAR, iNews.id - PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia), yang merupakan anak perusahaan dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, berkomitmen untuk memperkuat infrastruktur konektivitas dalam rangka mendukung perkembangan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia. Pengembangan ini difokuskan pada peningkatan kapasitas, perluasan interkoneksi pusat data, serta penguatan keandalan jaringan untuk memenuhi kebutuhan layanan AI yang terus meningkat.

Pentingnya Konektivitas untuk AI

Dalam sesi panel pada Bali Tech Week 2026 yang berlangsung pada Kamis (22/10) lalu, Direktur Perencanaan InfraNexia, Ronny Arnaz, menjelaskan bahwa pertumbuhan AI memerlukan dukungan jaringan yang dapat menghubungkan pusat data, penyedia layanan, dan pengguna dengan cara yang andal. Konektivitas yang baik menjadi dasar penting untuk memastikan data dapat dipertukarkan dan diproses dengan cepat.

“Infrastruktur yang siap mendukung AI harus mampu menangani pertukaran data dalam jumlah besar dan menjaga layanan tetap berjalan. Karena itu, kami terus meningkatkan kapasitas, memperluas jangkauan, serta memperkuat keandalan jaringan seiring pertumbuhan kebutuhan pelanggan,” ungkap Ronny.

Pengembangan Infrastruktur yang Berkelanjutan

InfraNexia telah menghubungkan kawasan Hyperscale Data Center (HDC) di Cikarang dan Batam ke jaringan backbone nasional. Infrastruktur pendukung yang ada meliputi 76 kilometer dark fiber di Cikarang dan 96 kilometer jaringan fiber untuk konektivitas data center di Batam. Layanan interkoneksi pusat data juga dilengkapi dengan konektivitas berlatensi rendah di bawah dua milidetik untuk mempercepat proses pertukaran data.

Untuk menghadapi peningkatan kebutuhan pertukaran data, InfraNexia memprioritaskan peningkatan kapasitas pada 14 jalur data center dengan trafik tertinggi pada tahun 2026. Rencana pengembangan selanjutnya akan mengarah pada teknologi interkoneksi data center yang mampu mencapai kapasitas hingga 800G per panjang gelombang pada tahun 2030, serta perluasan jangkauan ke Batam–Bintan pada tahun 2027 dan Kalimantan pada tahun 2028.

Selain itu, InfraNexia juga mengoperasikan jalur alternatif melalui rute darat dan laut yang berbeda untuk memastikan keberlangsungan layanan. Pemisahan rute ini bertujuan untuk mengurangi risiko gangguan yang dapat mempengaruhi beberapa jalur sekaligus, serta memungkinkan pengalihan trafik saat terjadi keadaan darurat.

Seluruh pengembangan dilakukan dengan prinsip netralitas dan keterbukaan akses, sehingga operator, penyedia cloud, dan penyedia AI dapat memanfaatkan jaringan dengan ketentuan layanan yang setara. “Melalui infrastruktur yang terbuka dan andal, kami ingin mendukung lebih banyak mitra mengembangkan layanan AI di Indonesia. Dengan fondasi konektivitas yang semakin kuat, pemanfaatan AI diharapkan dapat menjangkau lebih banyak sektor dan wilayah,” tutup Ronny.

// Artikel Terkait