Friday, 26 June 2026
Olahraga

Indonesia Open 2026: Standar Baru untuk Bulu Tangkis Internasional

Keberhasilan Indonesia Open 2026 yang berlangsung pekan lalu mendapatkan banyak pujian, meski tanpa wakil tuan rumah yang meraih gelar juara. Ketua panitia, Achmad Budiharto, menekankan pentingnya kon...

S
Saraswati Indira Alika
11 June 2026 12 pembaca
Istora Senayan Jakarta/[Foto:PBSI]
Istora Senayan Jakarta/[Foto:PBSI]

Penyelenggaraan Indonesia Open 2026 yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, pekan lalu berhasil menarik perhatian banyak pihak dengan suguhan yang menarik dan menghibur. Meskipun tidak ada atlet tuan rumah yang berhasil meraih posisi juara, acara ini tetap dinilai sukses.

Konsep Sportainment yang Menarik

Ketua panitia pelaksana, Achmad Budiharto, menyampaikan bahwa penerapan konsep sportainment telah membuat kompetisi ini semakin berkelas. "Pertama-tama, kita patut bersyukur bahwa event Polytron Indonesia Open sudah bisa kita selesaikan dengan baik, lancar, aman, selamat, dan tidak ada satu apa pun," ungkap Budiharto. Ia menambahkan bahwa meskipun harapan untuk meraih gelar juara ada, hal tersebut hanya masalah waktu. "Saya percaya," katanya.

Budiharto juga menjelaskan bahwa tujuan mereka adalah menciptakan euforia bagi para penggemar bulu tangkis melalui berbagai pendekatan yang dapat memenuhi harapan mereka. "Itu yang mau kita dapatkan dengan beberapa pendekatan, salah satunya adalah pendekatan yang kita mau bentuk adalah kita pengin membuat euforia itu melalui hal-hal yang bisa memenuhi harapan pencinta bulu tangkis semuanya," jelasnya.

Pujian dari Federasi Badminton Dunia

Federasi Badminton Dunia (BWF) juga memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Indonesia Open, yang dinilai telah melebihi ekspektasi. Events Director BWF, Selvaam Supramaniam, menyatakan bahwa mereka belajar banyak dari pengalaman di Indonesia Open untuk diterapkan di kompetisi mendatang di negara lain. "Selamat untuk panitia penyelenggara, PBSI, atas kesuksesan Polytron Indonesia Open 2026. Ini lebih dari ekspektasi kami. Salah satunya dari penggunaan LED dan kreativitas di baliknya sangat bagus," ujarnya.

Supramaniam menambahkan, "BWF belajar banyak dari uji coba yang dilakukan di sini sehingga kami bisa mempersiapkan tuan rumah lain dan mempersiapkan diri kami sendiri untuk ke depannya." Dengan demikian, Indonesia Open 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi barometer bagi penyelenggaraan bulu tangkis di tingkat internasional.

// Artikel Terkait