BATAM — Dalam sebuah acara pemusnahan barang bukti, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, menekankan bahwa Indonesia harus menghindari peran sebagai tempat transit, penyimpanan, maupun pasar untuk barang ilegal yang berasal dari jaringan kejahatan transnasional. Pengawasan terhadap jalur masuk ke Indonesia, terutama di wilayah perairan dan perbatasan, perlu diperkuat secara terus-menerus.
Pernyataan tersebut disampaikan Djamari saat pemusnahan 1,3 ton ketamin yang berhasil digagalkan dalam penyelundupan melalui jalur laut di Markas Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV Batam, Kepulauan Riau, pada hari Rabu. "Ini memberikan pesan kepada semua pihak bahwa Indonesia tidak boleh jadi tempat transit, tempat penyimpanan, maupun pasar untuk kejahatan transnasional," ungkap Djamari.
Pentingnya Pengawasan Wilayah Perairan
Pemusnahan barang bukti ini juga mencerminkan tantangan besar dalam pengamanan wilayah perairan Indonesia. Dengan posisi geografis yang strategis di jalur pelayaran internasional, banyak kawasan perbatasan di Indonesia rentan terhadap pemanfaatan oleh jaringan kejahatan lintas negara untuk menyelundupkan barang ilegal. Djamari mengakui bahwa pintu masuk barang ilegal ke Indonesia sangat luas, dan jalur penyelundupan yang berhasil diungkap oleh aparat hanyalah sebagian kecil dari banyak kemungkinan jalur yang ada.
"Kami memahami pintu masuk barang ilegal ke Indonesia sangat luas. Yang telah dibongkar ini hanya salah satu jalur saja. Maka dari itu harus diwaspadai semua," ujarnya.
Pentingnya Pengungkapan Jaringan Kejahatan
Lebih lanjut, Djamari menekankan bahwa pengungkapan kasus tidak hanya dapat dilihat dari jumlah barang bukti yang disita. Pemerintah juga memberikan perhatian pada kemampuan aparat dalam menelusuri pihak-pihak yang terlibat serta jaringan internasional di balik aktivitas penyelundupan tersebut. "Yang ingin saya tegaskan pengungkapan ini bukan hanya jumlah barang bukti yang disita, yang jauh lebih penting adalah kemampuan negara mendeteksi, menghentikan, dan membongkar jaringan internasional yang menyelundupkan barang ilegal," jelasnya.
Pengungkapan jaringan menjadi sangat krusial untuk memutus mata rantai kejahatan dari hulu hingga hilir. Penindakan terhadap pengiriman barang saja tidak akan cukup untuk menghentikan aktivitas penyelundupan jika jaringan pemasok, pengangkut, penyimpan, dan pihak yang akan mengedarkan barang masih dapat beroperasi.