Hotman Paris, seorang pengacara ternama, mengingatkan Nadiem Makarim untuk tidak terjebak dalam kesedihan dan lebih fokus pada masalah hukum yang dihadapinya setelah dijatuhi hukuman penjara selama 10 tahun. Dalam sebuah unggahan di Instagram pada Kamis (2/7/2026), Hotman menekankan bahwa tidak ada manfaatnya terlibat dalam kerumunan atau melibatkan ribuan profesor dalam kasus ini.
"Sekali lagi saya ingatkan, tidak ada gunanya nangis, tidak ada gunanya melibatkan massa, tidak ada gunanya melibatkan ribuan profesor, fokus ke masalah hukum," ungkap Hotman.
Fokus pada Harga Chrome
Menurut Hotman, inti dari masalah hukum yang dihadapi Nadiem terletak pada keabsahan harga chrome yang disebutkan dalam dakwaan. Ia menegaskan bahwa jika harga tersebut wajar, maka tidak akan ada kasus korupsi atau kerugian negara yang bisa dituduhkan.
"Hanya itu karena kalau harga wajar, maka tidak ada perkara korupsi, tidak ada kerugian negara, hanya itu, fokus ke sana," tambahnya.
Jaksa di Atas Angin
Hotman juga menilai bahwa jaksa saat ini berada dalam posisi yang menguntungkan. Hal ini berkaitan dengan audit terbaru dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) tahun 2025 yang menyatakan bahwa harga yang dituduhkan tidak wajar, mencapai Rp 1,5 triliun.
"Padahal pada saat aku jadi kuasa hukum kamu dulu, saya sudah punya audit BPKP 2010-2022 yang ditandatangani direktur BPKP yang menyebut harga chrome itu wajar," jelas Hotman. Ia percaya bahwa audit tersebut bisa menjadi senjata dalam pembelaan kasus ini. Oleh karena itu, ia berusaha untuk menjelaskan situasi ini kepada publik, termasuk rencananya untuk bertemu dengan Prabowo guna membahas kasus Nadiem.