Monday, 20 July 2026
Peristiwa

Harapan Warga Saumlaki Terhadap Proyek LNG Abadi Masela

Warga Saumlaki, Provinsi Maluku, menyambut baik dimulainya proyek LNG Abadi Masela yang diharapkan dapat meningkatkan perekonomian lokal, meskipun ada tantangan dalam persiapan sumber daya manusia unt...

D
Doni Setiawan
19 July 2026 45 pembaca
Foto: Dok Republika
Foto: Dok Republika

Di Pasar Omele, Saumlaki, suasana pagi itu terlihat normal dengan aktivitas yang berlangsung seperti biasa. Nelayan baru saja merapatkan perahu mereka, membawa hasil tangkapan segar, sementara para pedagang menawarkan berbagai jenis ikan dan hasil laut lainnya kepada pembeli.

Di balik kesibukan pasar yang telah menjadi pusat ekonomi masyarakat Kepulauan Tanimbar selama bertahun-tahun, terdapat harapan besar bahwa proyek LNG Abadi Blok Masela akan membawa perubahan yang diinginkan. Kuway, seorang pensiunan pegawai negeri sipil yang kini lebih banyak menghabiskan waktu di kota, melihat proyek gas raksasa di Laut Arafura ini sebagai kesempatan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Namun, dia menekankan bahwa manfaat dari proyek ini hanya akan terasa jika masyarakat lokal dipersiapkan untuk berpartisipasi.

Pentingnya Persiapan Sumber Daya Manusia

“Kalau Blok Masela sudah jalan berarti membantu masyarakat untuk menambah ekonomi masyarakat lebih bagus. Tinggal persiapan SDM-nya bagaimana,” ungkap Kuway saat ditemui di Pasar Omele. Dia menambahkan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan tantangan terbesar. Tanpa tenaga kerja yang siap, peluang pekerjaan berpotensi diisi oleh pekerja dari luar daerah. “Kalau SDM tidak menunjang berarti Blok Masela datangkan dari luar,” ujarnya.

Harapan tersebut muncul setelah Pemerintah Indonesia bersama SKK Migas dan INPEX Masela Ltd. resmi memulai pembangunan fisik Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela melalui peletakan batu pertama di Pulau Yamdena, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Ini terjadi setelah 28 tahun sejak cadangan gas Abadi ditemukan, dan proyek tersebut kini memasuki tahap konstruksi. Presiden Prabowo Subianto, yang mengikuti peresmian secara virtual, menyatakan bahwa proyek ini merupakan salah satu penentu masa depan ketahanan energi Indonesia.

Proyek yang Menjanjikan untuk Ekonomi Lokal

Dengan kapasitas produksi 9,5 juta ton LNG per tahun, proyek ini diharapkan dapat memperkuat pasokan energi nasional dan menjaga posisi Indonesia sebagai salah satu pemasok LNG dunia. Selain memproduksi gas alam cair, Lapangan Abadi juga akan mengintegrasikan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS), menjadikannya salah satu proyek LNG pertama di dunia yang mengoperasikan penangkapan dan penyimpanan karbon bersamaan dengan produksi gas dalam skema cost recovery.

Bagi warga Saumlaki, proyek berskala nasional ini dianggap bukan hanya sebagai investasi energi, tetapi juga sebagai peluang untuk memperbaiki kondisi ekonomi daerah yang dinilai belum banyak berubah sejak Kepulauan Tanimbar menjadi kabupaten terpisah pada awal 2000-an. Kuway menilai kehidupan masyarakat kecil masih menghadapi berbagai tantangan. Lapangan pekerjaan di luar sektor pemerintahan masih terbatas, dan banyak warga yang bergantung pada pertanian dan perikanan. “Petani,” jawabnya singkat ketika ditanya tentang mata pencaharian utama masyarakat. Komoditas pertanian lokal didominasi oleh tanaman umbi-umbian, sementara sebagian kebutuhan pangan masih harus didatangkan dari luar daerah, yang menyebabkan harga kebutuhan pokok menjadi relatif tinggi.

Kondisi ini membuat dampak dari gejolak ekonomi global terasa hingga ke wilayah paling selatan Provinsi Maluku. “Kalau Amerika sudah melonjak tinggi berarti mempengaruhi dunia,” ujarnya merujuk pada kenaikan harga yang dirasakan masyarakat. Di tengah tantangan tersebut, pembangunan infrastruktur mulai terlihat di Saumlaki, termasuk Pasar Omele yang kini berdiri sebagai bangunan permanen menggantikan pasar tradisional yang pernah terbakar. Kuway menyampaikan bahwa pembangunan pasar ini menarik lebih banyak orang untuk berbelanja, meskipun daya beli masyarakat masih belum sepenuhnya pulih.

“Ada sedikit nilai tambah karena dengan bangunan yang begitu megah menarik perhatian orang berkunjung ke sini,” katanya. Namun, dia mengakui bahwa harga barang yang tinggi justru mengurangi kebutuhan konsumen. “Hanya harganya terlalu mahal. Kebutuhan konsumen kurang karena harganya melonjak tinggi,” ucap Kuway. Dia menekankan bahwa masalah ini berkaitan dengan kondisi ekonomi masyarakat secara keseluruhan, dan perhatian terhadap masyarakat kecil perlu ditingkatkan agar pembangunan benar-benar dirasakan hingga ke tingkat bawah.

Kuway juga menyatakan bahwa banyak pedagang di pasar harus membawa pulang dagangannya karena pembeli tidak sebanyak yang diharapkan. Sayuran sering kali tidak bertahan lama sebelum akhirnya rusak. Oleh karena itu, ia berharap proyek LNG Abadi tidak hanya menghasilkan investasi besar tetapi juga menciptakan aktivitas ekonomi yang dapat meningkatkan daya beli masyarakat. Pemerintah memperkirakan proyek ini akan menjadi salah satu investasi energi terbesar di Indonesia.

// Artikel Terkait