Wednesday, 19 August 2026
Hukum & Kriminal

--- Guru SD di Takalar Ditangkap Karena Diduga Merekam Mahasiswi di Toilet ---

--- Seorang guru ASN di Takalar, Sulawesi Selatan, ditangkap setelah diduga merekam lima mahasiswi KKN di dalam toilet. Kasus ini terungkap ketika salah satu mahasiswi menemukan ponsel yang sedang mer...

T
Theresia Okta Anindya
19 August 2026 16 pembaca
Ilustrasi. Guru ASN SD ditangkap usai rekam mahasiswi. (iStockphoto/LukaTDB)
Ilustrasi. Guru ASN SD ditangkap usai rekam mahasiswi. (iStockphoto/LukaTDB)
---TITLEEXCERPT--- Seorang guru ASN di Takalar, Sulawesi Selatan, ditangkap setelah diduga merekam lima mahasiswi KKN di dalam toilet. Kasus ini terungkap ketika salah satu mahasiswi menemukan ponsel yang sedang merekam. ---CONTENT---

Di Makassar, seorang guru ASN berusia 49 tahun yang dikenal dengan inisial SY ditangkap oleh pihak kepolisian setelah diduga merekam lima mahasiswi yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di toilet. Penangkapan ini terjadi setelah laporan dari salah satu korban yang melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib.

Wakil Direktur PPA dan PPO Polda Sulsel, AKBP Bagus Suryo Wibowo, mengonfirmasi bahwa pelaku telah diamankan di Polres Takalar. "Iya, korban sudah buat laporan polisi dan terduga pelaku diamankan di Polres Takalar," ujarnya kepada wartawan pada Selasa, 18 Agustus.

Detail Kejadian

Kejadian ini berlangsung pada Selasa, 11 Agustus, di salah satu toilet SD yang terletak di Kecamatan Pattalassang, Kabupaten Takalar. Kasus ini terungkap ketika mahasiswi menemukan sebuah ponsel yang disimpan di tempat sampah dan dalam keadaan merekam.

Menurut penjelasan AKBP Bagus, terduga pelaku meminta korban dan empat rekannya untuk melakukan tes urine. Salah satu dari korban kemudian masuk ke dalam toilet untuk mengambil sampel urinenya. "Korban menemukan handphone dalam keadaan merekam video saat memeriksa toilet," jelasnya.

Penyelidikan dan Tindakan Selanjutnya

Sementara itu, Iptu Haryanto, Kasat Reskrim Polres Takalar, menyatakan bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan oleh unit PPA Polres Takalar untuk mengungkap motif di balik tindakan pelaku. Ia juga mengungkapkan bahwa video yang direkam sudah dihapus oleh pelaku. "Setelah diamankan, kita periksa HP-nya, ternyata sudah video tersebut dihapus oleh pelaku," kata Haryanto.

Haryanto menambahkan bahwa pihak penyidik akan meminta bantuan laboratorium forensik untuk menganalisis ponsel milik pelaku, meskipun mereka menghadapi kesulitan karena video tersebut telah dihapus. "Sehingga kita akan bawa ke lab untuk mengambil video itu," pungkasnya.

// Artikel Terkait