Monday, 12 October 2026
Peristiwa

Generasi Muda Siap Hadapi Tantangan di Era AI dan Otomatisasi

Taman Talks yang diselenggarakan oleh DPP Taruna Merah Putih mengajak Generasi Z untuk meningkatkan keterampilan dan karakter dalam menghadapi perubahan dunia kerja akibat AI dan otomatisasi.

A
Agung Maulana
11 October 2026 18 pembaca
Foto: Taruna Merah Putih
Foto: Taruna Merah Putih

“Kerja Masa Depan, Masa Depan Kamu” menjadi seruan bagi Generasi Z untuk memperkuat keterampilan, karakter, dan keberanian dalam menjadi agen perubahan. Saat ini, perkembangan AI dan otomatisasi sedang merombak struktur dunia kerja. Dalam konteks ini, muncul pertanyaan penting: “Kerja 2030: Masih Ada Kerja Buat Kita?” Pertanyaan ini menjadi fokus utama dalam acara Taman Asik – Taman Talks yang diadakan oleh DPP Taruna Merah Putih, khususnya di bidang Jaminan Sosial dan Tenaga Kerja, sebagai bagian dari perayaan Hari Sumpah Pemuda. Acara ini bertujuan untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan yang penuh tantangan.

Menyiapkan Generasi Z untuk Masa Depan

Ketua Umum DPP Taruna Merah Putih, Pinka Hapsari, menekankan pentingnya acara ini sebagai platform strategis untuk mendorong Generasi Z melakukan upskilling dan reskilling, serta mengembangkan kreativitas dan kemampuan beradaptasi di tengah kemajuan teknologi.

Indonesia saat ini berada dalam fase bonus demografi, di mana jumlah penduduk usia produktif jauh lebih banyak dibandingkan usia non-produktif. Namun, potensi ini tidak otomatis menjamin kesejahteraan. Generasi muda perlu mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas, keterampilan yang relevan, dan lapangan pekerjaan yang memadai.

Tantangan dan Peluang di Era Otomatisasi

Dalam diskusi tersebut, Charles Honoris, Wakil Ketua Komis IX DPR RI, mengungkapkan tantangan yang dihadapi ketika jumlah angkatan kerja yang besar berhadapan dengan kemajuan AI dan otomatisasi. Ia menyatakan bahwa teknologi dapat meningkatkan produktivitas dan menciptakan jenis pekerjaan baru, tetapi juga berpotensi menggantikan pekerjaan yang sudah ada. “Otomatisasi dapat menjadi ancaman. Indonesia mengalami bonus demografi, ketika jumlah angkatan kerja besar, tetapi ketersediaan lapangan pekerjaan minim,” ujarnya.

Meski demikian, Charles mengingatkan bahwa perkembangan teknologi juga membawa peluang. Berdasarkan Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum (WEF), ia menyebutkan proyeksi bahwa hingga 2030, akan muncul banyak pekerjaan baru, meskipun beberapa pekerjaan yang ada saat ini akan tergeser. WEF memperkirakan sekitar 170 juta pekerjaan baru akan tercipta secara global, sementara 92 juta pekerjaan akan hilang, menghasilkan pertambahan bersih sekitar 78 juta pekerjaan.

“Kedepan kita harus mempersiapkan kebijakan agar generasi muda siap menghadapi tantangan zaman,” tambahnya.

Sementara itu, perspektif dari dunia usaha juga memberikan wawasan penting. Pieter Setiawan, CEO Wahyono Group, menekankan bahwa penting untuk memanusiakan manusia di tengah era kecerdasan buatan. Ia berpendapat bahwa manusia perlu belajar menjadi individu yang utuh, mampu bersosialisasi dan berkomunikasi dengan baik. “Kita perlu belajar menjadi manusia seutuhnya. Kemampuan intelektual penting, tetapi harus disertai karakter dan etos kerja,” ungkap Pieter.

Stephanie Octavia, Bendahara Umum DPP Taruna Merah Putih, menegaskan bahwa mempersiapkan generasi muda tidak hanya berfokus pada pelatihan keterampilan, tetapi juga memastikan adanya lapangan kerja yang layak. “Mempersiapkan generasi muda tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi memastikan ketersediaan lapangan pekerjaan yang layak,” ujarnya.

Ady Hendratta, kepala kanwil BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta, menekankan pentingnya perlindungan sosial dalam dunia kerja untuk menjamin masa depan. "Program jaminan sosial ketenagakerjaan adalah membangun jaring pengaman bagi diri sendiri dan keluarga," tandasnya.

Taman Sebagai Ruang Sosial yang Kreatif

Mangatta Toding Allo, ketua panitia kegiatan ini, menekankan pentingnya menghidupkan taman sebagai ruang publik yang aktif dan bermanfaat. Salah satu pendekatannya adalah dengan menghadirkan kegiatan pelatihan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, seperti pelatihan membuat kopi dan digital marketing.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Abdul Khalit, Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), yang menjelaskan bahwa taman harus menjadi ruang sosial yang terbuka dan inklusif. “Taman Asik adalah semangat menjadikan taman sebagai area sosial yang inklusif dan kreatif,” ujarnya.

Melalui kegiatan Taman Talks, Taruna Merah Putih mengajak generasi muda untuk memandang masa depan dengan kesiapan, daya kritis, dan keberanian untuk terlibat dalam perubahan. Acara ini juga melibatkan Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta dengan bazaar UMKM dan berbagai pelatihan untuk generasi muda, bekerja sama dengan PPKD Dinas Tenaga Kerja Jakarta Barat.

// Artikel Terkait