Saturday, 27 June 2026
Olahraga

Fakta Menarik Seputar Kejuaraan Asia Junior 2026 yang Dimulai Pekan Ini

Kejuaraan Asia Junior 2026 di Yatsushiro akan menjadi ajang penting bagi para pemain bulu tangkis muda dari seluruh Asia. Dengan lebih dari 250 peserta, turnamen ini diharapkan melahirkan bintang-bint...

N
Ni Luh Ayu Sari
27 June 2026 3 pembaca
Gregoria Mariska Tunjung-Jeffer Rosobin/[Foto:PB Djarum]
Gregoria Mariska Tunjung-Jeffer Rosobin/[Foto:PB Djarum]

Kejuaraan Asia Junior 2026 (BAJC) akan berlangsung di Yatsushiro City General Gymnasium, dimulai pada 26 Juni 2026. Event ini menjadi ajang penting bagi para atlet muda bulu tangkis dari seluruh Asia, dengan lebih dari 250 pemain yang akan berkompetisi. Banyak di antara mereka yang berharap dapat mengikuti jejak para mantan juara junior yang telah berhasil menjadi peraih medali Olimpiade, juara dunia, dan pemain peringkat satu dunia.

Prestasi dan Tantangan di Kejuaraan

Beberapa fakta menarik terkait kejuaraan ini adalah kehadiran para juara masa lalu yang pernah berpartisipasi di BAJC dan kemudian sukses di tingkat internasional, seperti Lin Dan, Taufik Hidayat, Chen Long, Akane Yamaguchi, Kento Momota, dan Kunlavut Vitidsarn. Tiongkok, sebagai juara bertahan, berambisi untuk meraih gelar juara beregu campuran Asia yang ke-11, setelah sukses mengalahkan tim Thailand yang memberikan perlawanan ketat pada tahun 2025.

Nomor beregu campuran yang baru saja diintegrasikan ke dalam turnamen junior ini menggunakan sistem estafet beregu kumulatif yang inovatif. Berbeda dengan format tradisional *best-of-five*, tim akan bertanding dalam berbagai disiplin untuk mencapai total kumulatif 110 poin.

Tim yang Patut Diwaspadai

Tim-tim yang perlu diperhatikan adalah Thailand, yang merupakan runner-up tahun lalu, bersama dengan kekuatan tradisional seperti Korea Selatan dan tuan rumah Jepang. Kedua tim ini berbagi medali perunggu pada edisi sebelumnya dan bertekad untuk mematahkan dominasi Tiongkok. Pada tahun 2024, Tiongkok berhasil menyapu bersih semua gelar nomor perorangan di Yogyakarta, mencatatkan prestasi yang hanya pernah dicapai tiga kali sebelumnya dalam sejarah kejuaraan ini.

Di Yatsushiro, kontingen Tiongkok akan dipimpin oleh Yin Yi Qing, juara bertahan Tunggal Putri Junior Asia 2025, dan Liu Si Ya, peraih medali perak tahun lalu. Selain itu, penampilan pemain-pemain muda berbakat seperti Tanvi Patri dan Shaina Manimuthu dari India juga dinantikan, meskipun mereka sebenarnya memenuhi syarat untuk kategori U-17, mereka telah dipromosikan ke tim U-19 karena penampilan mengesankan mereka.

Di nomor Tunggal Putri, Tiongkok memiliki catatan pertemuan yang sangat baik di babak empat besar melawan negara lain. Final tahun lalu menjadi duel antara dua pemain Tiongkok, Yin Yi Qing dan Liu Si Ya. Sementara itu, di Tunggal Putra, meskipun Tiongkok mencatatkan sapu bersih pada tahun 2024, Indonesia berhasil bangkit pada tahun 2025 dengan Moh. Zaki Ubaidillah yang mengalahkan Liu Yang Ming Yu dari Tiongkok di final.

Secara historis, Malaysia dan Korea Selatan menjadi ancaman bagi Tiongkok di nomor Ganda Putra dan Ganda Campuran, dengan kedua negara sering berbagi tempat di semifinal dalam satu dekade terakhir. Yatsushiro telah mendapatkan kehormatan menjadi tuan rumah turnamen ini selama dua tahun berturut-turut, yaitu untuk edisi 2026 dan 2027, dan diharapkan tuan rumah akan menampilkan kekuatan terbaik mereka untuk merebut gelar dari Tiongkok.

Sejak format Beregu Campuran Kejuaraan Asia Junior diperkenalkan pada tahun 2006, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Thailand, dan Indonesia telah mendominasi final, dengan Tiongkok meraih 10 gelar, sementara Jepang, Korea Selatan, dan Malaysia masing-masing mendapatkan dua gelar, serta Thailand satu gelar.

// Artikel Terkait