Polda Sumatera Selatan (Sumsel) berhasil menangkap dua orang pelaku yang terlibat dalam pencurian uang tunai senilai Rp520 juta dengan modus memecahkan kaca mobil. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Kombes Johannes Bangun, mengungkapkan bahwa insiden pencurian ini terjadi di salah satu bank swasta yang terletak di Sekayu, Musi Banyuasin.
Peristiwa ini bermula ketika korban yang berinisial BH (24) menyimpan uang hasil transaksi di dalam mobil yang diparkir. Setelah itu, korban kembali ke dalam bank untuk melanjutkan proses administrasi. "Pelaku yang telah mengintai menjalankan aksinya dengan memecahkan kaca kendaraan dan membawa kabur uang tunai senilai Rp520 juta," jelasnya dalam keterangan resmi pada Senin (15/6).
Identifikasi Pelaku dan Proses Penangkapan
Dari hasil penyelidikan, terungkap bahwa pencurian tersebut melibatkan empat orang pelaku, yaitu ZS (31), FF (26), AK (32), dan AS (30). Johannes menjelaskan bahwa ZS bertindak sebagai eksekutor yang memecahkan kaca mobil korban. Sementara itu, FF saat ini sedang menjalani proses hukum dalam kasus lain dan telah ditahan di Rutan Musi Banyuasin. "Dua pelaku lainnya, AK dan AS, kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan masih dalam pengejaran," tambahnya.
Johannes juga menyatakan bahwa kelompok ini melaksanakan aksinya secara terencana dengan mengawasi aktivitas nasabah di area perbankan. Mereka memilih target yang membawa uang tunai dalam jumlah besar dan mengikuti pergerakan korban. Pelaku menggunakan alat pemecah kaca yang dibeli secara online untuk mempercepat eksekusi dan menghindari perhatian orang-orang di sekitar.
Penangkapan dan Tindak Lanjut
ZS berhasil ditangkap di wilayah Palembang pada Kamis (11/6) sekitar pukul 12.30 WIB. Ia menerima bagian sebesar Rp119 juta dari total uang yang dicuri. Atas perbuatannya, ZS dijerat dengan Pasal 477 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 KUHP yang mengatur tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Johannes menambahkan bahwa penyidik akan terus memburu seluruh anggota jaringan pencurian dengan modus pecah kaca ini hingga tuntas.
"Tim masih terus melakukan pengembangan untuk menangkap seluruh pelaku yang terlibat serta mengungkap kemungkinan keterkaitan dengan kasus serupa di wilayah lain," tutupnya.