Perhelatan Hari Tari Dunia dengan tema 24 Jam Menari yang diselenggarakan di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta telah memasuki tahun ke-20. Acara ini menekankan peran tari sebagai ruang inklusif yang mendukung dialog lintas budaya.
Selama dua dekade, acara ini tidak hanya menjadi ajang perayaan seni tari, tetapi juga berfungsi sebagai platform untuk mempromosikan keragaman budaya. Penyelenggara mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menghubungkan berbagai latar belakang budaya melalui seni tari, sehingga menciptakan ruang bagi kolaborasi dan pemahaman antarbudaya. Melalui pertunjukan dan lokakarya, peserta dari berbagai daerah dapat berbagi pengalaman dan teknik tari, memperkaya wawasan seni mereka.
Dengan semakin banyaknya partisipan dan penonton yang terlibat, acara ini diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif terhadap pelestarian dan pengembangan seni tari di Indonesia. Ke depan, penyelenggara berencana untuk memperluas jangkauan acara dengan melibatkan lebih banyak komunitas seni dari luar negeri, sehingga dapat lebih memperkuat dialog budaya yang telah terjalin selama ini.