Tuesday, 09 June 2026
Peristiwa

Dosen dan Mahasiswa Pilih “Pesta Panen”, Tolak Narasi “Pesta Babi”

Kampus Dinilai Harus Menjadi Ruang Solusi, Bukan Arena ProvokasiSejumlah dosen dan mahasiswa di berbagai daerah mulai mendorong penguatan kegiatan yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, ketah...

D
Doni Setiawan
08 June 2026 4 pembaca
Dosen dan Mahasiswa Pilih “Pesta Panen”, Tolak Narasi “Pesta Babi”
Sumber gambar: kabarnetizenterkini.com
Kampus Dinilai Harus Menjadi Ruang Solusi, Bukan Arena Provokasi

Sejumlah dosen dan mahasiswa di berbagai daerah mulai mendorong penguatan kegiatan yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, ketahanan pangan, serta pengembangan ekonomi rakyat dibanding terjebak dalam narasi konflik dan polarisasi yang dinilai tidak produktif.

Munculnya istilah “Pesta Panen” menjadi simbol ajakan untuk fokus pada kerja nyata, pembangunan desa, peningkatan kesejahteraan petani, dan penguatan persatuan masyarakat. Sebaliknya, sebagian kalangan akademisi menilai narasi “Pesta Babi” yang berkembang dalam ruang publik lebih banyak memicu kontroversi dan perdebatan dibanding menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat.

Seorang dosen menjelaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Peran dosen dan mahasiswa seharusnya diarahkan pada kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi rakyat.

Menurutnya, Indonesia saat ini membutuhkan lebih banyak gagasan yang mampu memperkuat ketahanan pangan, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dibanding mempertajam perbedaan melalui narasi yang berpotensi memecah belah.

Di kalangan mahasiswa, pandangan serupa juga mulai menguat. Banyak mahasiswa menilai energi generasi muda lebih baik diarahkan pada riset, inovasi, pemberdayaan masyarakat, pengembangan UMKM, hingga pendampingan petani dan nelayan.

“Kalau ada pilihan antara memperbesar konflik atau membantu masyarakat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, tentu kami memilih mendukung kegiatan yang produktif,” ujar salah seorang mahasiswa dalam sebuah diskusi kampus.

Pengamat sosial menilai fenomena tersebut menunjukkan adanya pergeseran orientasi sebagian kalangan akademik yang mulai menempatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat sebagai prioritas utama. Simbol “Pesta Panen” dipandang merepresentasikan optimisme, kerja keras, dan hasil nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pada akhirnya, baik dosen maupun mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan. Namun perubahan yang diharapkan banyak pihak bukanlah perubahan yang lahir dari provokasi, melainkan perubahan yang dibangun melalui pendidikan, penelitian, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat.

“Pesta Panen menghasilkan harapan, sedangkan perdebatan yang tidak produktif hanya melahirkan polarisasi. Kampus semestinya menjadi tempat lahirnya solusi bagi bangsa.”

Tags: #berita

// Artikel Terkait