s);} gtag('js', new Date()); gtag('config', 'G-V5JDWN1R81');
🔴 Breaking
--- Kejurnas Turnamen ORADO 2026 Resmi Dimulai, Atlet dari 28 Provinsi Berkompetisi --- --- Juventus Siap Penuhi Permintaan Gaji Demi Bernardo Silva --- --- KPK Sampaikan Kajian Sistem Partai Politik kepada Prabowo dan Puan --- Muzani Gelar Kontes Sapi di Wonosobo: Peternak Bergembira Tanda Ekonomi Meningkat --- Spanduk 'Shut Up KDM' Muncul di Pertandingan Persib vs Arema FC, Apa Artinya? --- Calum McFarlane Mengungkapkan Kondisi Palmer dan Pedro Menjelang Semifinal Piala FA KPK Siapkan Pemanggilan Dua Tersangka Baru dalam Kasus Kuota Haji --- Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Korban Usai Ditegur Soal Antrean --- Tim Putri Indonesia Siaga Hadapi Kekuatan Kanada di Uber Cup 2026 --- Anthony Gordon dan Tino Livramento Tidak Ikut Serta Melawan Arsenal --- --- Kejurnas Turnamen ORADO 2026 Resmi Dimulai, Atlet dari 28 Provinsi Berkompetisi --- --- Juventus Siap Penuhi Permintaan Gaji Demi Bernardo Silva --- --- KPK Sampaikan Kajian Sistem Partai Politik kepada Prabowo dan Puan --- Muzani Gelar Kontes Sapi di Wonosobo: Peternak Bergembira Tanda Ekonomi Meningkat --- Spanduk 'Shut Up KDM' Muncul di Pertandingan Persib vs Arema FC, Apa Artinya? --- Calum McFarlane Mengungkapkan Kondisi Palmer dan Pedro Menjelang Semifinal Piala FA KPK Siapkan Pemanggilan Dua Tersangka Baru dalam Kasus Kuota Haji --- Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Korban Usai Ditegur Soal Antrean --- Tim Putri Indonesia Siaga Hadapi Kekuatan Kanada di Uber Cup 2026 --- Anthony Gordon dan Tino Livramento Tidak Ikut Serta Melawan Arsenal ---
Peristiwa

--- Cairan Merah Targetkan Mantan Putra Mahkota Iran di Jerman ---

--- Seorang mantan putra mahkota Iran menjadi sasaran serangan dengan cairan merah di Jerman, menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan tokoh politik. ---

Agung Maulana

Penulis

25 April 2026
6 kali dibaca
---
Cairan Merah Targetkan Mantan Putra Mahkota Iran di Jerman

---
news.detik.com
---TITLEEXCERPT--- Seorang mantan putra mahkota Iran menjadi sasaran serangan dengan cairan merah di Jerman, menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan tokoh politik. ---CONTENT---

Seorang mantan putra mahkota Iran, Reza Pahlavi, mengalami insiden penyerangan menggunakan cairan merah saat berada di Jerman. Kejadian ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan politik terkait isu-isu di Iran.

Peristiwa tersebut berlangsung ketika Pahlavi sedang menghadiri sebuah acara publik. Menurut saksi mata, seorang individu tiba-tiba melemparkan cairan merah ke arahnya, yang diduga merupakan simbol protes terhadap pemerintah Iran saat ini. Insiden ini menarik perhatian banyak orang, terutama di kalangan komunitas Iran di luar negeri.

Pihak kepolisian setempat telah melakukan penyelidikan terkait insiden ini dan meminta keterangan dari para saksi untuk mengidentifikasi pelaku. Mereka menegaskan bahwa tindakan semacam ini tidak dapat diterima dan akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.

Insiden ini mencerminkan ketegangan yang terus berlanjut di kalangan diaspora Iran, serta menyoroti risiko yang dihadapi oleh tokoh-tokoh yang berseberangan dengan rezim saat ini. Pahlavi, yang dikenal sebagai suara bagi perubahan di Iran, berjanji untuk terus memperjuangkan demokrasi dan hak asasi manusia.

Ke depan, pihak berwenang di Jerman akan terus memantau situasi dan memberikan perlindungan yang diperlukan bagi individu-individu yang berpotensi menjadi sasaran serangan serupa.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait