---TITLEEXCERPT--- Bareskrim bersama FBI tengah menyelidiki ribuan pembeli alat phishing yang diproduksi oleh sepasang kekasih dari Nusa Tenggara Timur. ---CONTENT--- Bareskrim Polri bekerja sama dengan FBI sedang melakukan penyelidikan terhadap ribuan pembeli alat phishing yang diproduksi oleh sepasang kekasih asal Nusa Tenggara Timur (NTT). Alat tersebut diduga digunakan untuk melakukan penipuan secara daring. Penangkapan sepasang kekasih ini terjadi setelah pihak kepolisian menemukan sejumlah barang bukti yang menunjukkan keterlibatan mereka dalam praktik ilegal tersebut.
Dalam pengembangan kasus ini, pihak kepolisian mengungkapkan bahwa sejoli tersebut telah memasarkan alat phishing ke berbagai daerah di Indonesia, bahkan hingga ke luar negeri. "Kami menemukan bahwa alat ini telah terjual dalam jumlah yang signifikan, dan kami sedang melacak siapa saja yang terlibat dalam transaksi ini," ungkap seorang petugas dari Bareskrim. Penyelidikan ini juga melibatkan pelacakan transaksi keuangan yang terkait dengan penjualan alat tersebut.
Dengan semakin berkembangnya penyelidikan, Bareskrim berencana untuk mengidentifikasi dan menindaklanjuti semua pembeli yang terlibat, guna mencegah penyalahgunaan lebih lanjut. Kasus ini menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang, dan langkah-langkah pencegahan akan terus dilakukan untuk memberantas praktik penipuan daring.