Geografi kepulauan Maluku menghadirkan tantangan tersendiri dalam upaya pemerataan akses layanan jaminan sosial. Jarak antar pulau dan waktu tempuh yang lama membuat layanan tatap muka sulit dijangkau oleh peserta, termasuk prajurit TNI, anggota Polri, dan ASN di Kementerian Pertahanan dan Polri.
Dalam menghadapi kondisi ini, PT ASABRI (Persero) Kantor Cabang Ambon berinisiatif untuk memperluas sosialisasi program manfaat ke berbagai wilayah di Maluku. Pada semester pertama tahun 2026, sosialisasi ini ditujukan kepada sekitar 900 peserta ASABRI aktif dari berbagai satuan, termasuk Polres Maluku Tengah, Polda Maluku, Bekangdam XV/Pattimura, Polres Bula, Polres Buru, dan Kodam XV/Pattimura.
Cakupan Wilayah Kerja ASABRI
Cakupan wilayah kerja ASABRI di Ambon meliputi seluruh kepulauan Maluku, dari Pulau Buru di barat hingga Kepulauan Aru di timur, serta dari Pulau Seram di utara sampai Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya di selatan. Akses menuju lokasi-lokasi tertentu sangat menantang; misalnya, perjalanan ke Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, memerlukan waktu sekitar 14 jam dengan perjalanan darat, sedangkan untuk mencapai Kabupaten Kepulauan Buru, perjalanan laut bisa memakan waktu hingga sembilan jam.
Pendekatan Layanan Digital
Dengan kondisi geografis yang sulit, ASABRI menyadari bahwa pendekatan layanan tidak bisa hanya bergantung pada kantor cabang. Dalam sosialisasi, ASABRI tidak hanya memberikan informasi mengenai program Tabungan Hari Tua (THT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKm), dan Jaminan Pensiun, tetapi juga memperkenalkan kanal layanan digital kepada peserta. Peserta dibantu dalam menginstal aplikasi ASABRI Mobile, sehingga mereka dapat memenuhi berbagai kebutuhan layanan dan proses klaim secara digital tanpa perlu datang ke kantor cabang.
Kepala Kantor Cabang ASABRI Ambon, Dimas Wira Yudhistira, menyatakan bahwa kondisi geografis Maluku menjadi tantangan dalam menjangkau peserta. “Jarak yang membentang, deburan ombak, hingga ekstremnya jalur darat di Maluku tidak pernah menyurutkan langkah kami,” ungkap Dimas. Ia menambahkan bahwa perluasan layanan ini bertujuan agar peserta tetap mendapatkan informasi mengenai hak dan manfaat program ASABRI meskipun berada di lokasi dengan akses yang sulit.
Digitalisasi layanan menjadi salah satu cara untuk mengurangi ketergantungan pada layanan tatap muka. Peserta yang telah mendapatkan informasi tentang program dan mekanisme klaim dapat memanfaatkan aplikasi ASABRI Mobile serta mitra pembayaran ASABRI untuk kebutuhan layanan selanjutnya.
Perwakilan Bhayangkari di Polres Seram Bagian Timur, Nita Didi, menganggap sosialisasi langsung sangat membantu peserta dan keluarga dalam memahami program serta hak yang dimiliki. Ia berharap kegiatan serupa dapat diperluas agar informasi mengenai program ASABRI lebih mudah diakses oleh peserta di daerah.
Kepala Bidang Komunikasi Korporasi ASABRI, Kartika Rahmadayanti, menjelaskan bahwa perluasan akses informasi ini merupakan bagian dari fungsi ASABRI sebagai BUMN yang mengelola program asuransi sosial bagi prajurit TNI, anggota Polri, serta ASN di Kementerian Pertahanan dan Polri. Mengingat karakter wilayah Maluku yang terdiri dari banyak pulau dengan perbedaan akses transportasi, kombinasi antara layanan tatap muka dan digital menjadi pendekatan yang efektif untuk menjaga akses peserta terhadap informasi, administrasi, dan manfaat jaminan sosial.