🔴 Breaking
Streaming Langsung ASEAN Futsal Championship 2026: Tim Garuda Muda Bersiap Hadapi Vietnam di Semifinal Fabio Paratici Mengonfirmasi Kesempatan Bergabung dengan AC Milan di Musim Panas Sahroni Klarifikasi Penyerahan Rp300 Juta Terkait Kasus Pemerasan KPK Menggulung Tindak Pidana Korupsi: Bupati Tulungagung Tertangkap Tangan Eliano Reijnders Jalani Pertemuan Emosional di Laga Persib melawan Bali United Evaluasi Pramusim: Francesco Camarda dan Andrej Kostic Jadi Sorotan Utama Jaksa Agung Mengungkap Kinerja Satgas PKH dalam Memulihkan Kerugian Negara Sebesar Rp371 Triliun Pemerintah Pastikan Situasi Indonesia Stabil: Penjelasan Seskab Terkait Isu Chaos Duel Nostalgia: Timnas Futsal Indonesia Hadapi Vietnam di Semifinal Piala AFF Futsal 2026 Chivu Mengecam Pemburu Haters Bastoni, Serukan Pentingnya Evaluasi Kesehatan Mental Streaming Langsung ASEAN Futsal Championship 2026: Tim Garuda Muda Bersiap Hadapi Vietnam di Semifinal Fabio Paratici Mengonfirmasi Kesempatan Bergabung dengan AC Milan di Musim Panas Sahroni Klarifikasi Penyerahan Rp300 Juta Terkait Kasus Pemerasan KPK Menggulung Tindak Pidana Korupsi: Bupati Tulungagung Tertangkap Tangan Eliano Reijnders Jalani Pertemuan Emosional di Laga Persib melawan Bali United Evaluasi Pramusim: Francesco Camarda dan Andrej Kostic Jadi Sorotan Utama Jaksa Agung Mengungkap Kinerja Satgas PKH dalam Memulihkan Kerugian Negara Sebesar Rp371 Triliun Pemerintah Pastikan Situasi Indonesia Stabil: Penjelasan Seskab Terkait Isu Chaos Duel Nostalgia: Timnas Futsal Indonesia Hadapi Vietnam di Semifinal Piala AFF Futsal 2026 Chivu Mengecam Pemburu Haters Bastoni, Serukan Pentingnya Evaluasi Kesehatan Mental
Peristiwa

Anggota DPR Ahmad Sahroni Diduga Diperas oleh Oknum KPK Palsu Senilai Rp 300 Juta

Anggota DPR Ahmad Sahroni mengalami pemerasan oleh pegawai KPK gadungan dengan tuntutan uang sebesar Rp 300 juta. Kasus ini menyoroti praktik penipuan yang semakin marak.

Arya Satya Sasmita

Penulis

10 April 2026
4 kali dibaca
Anggota DPR Ahmad Sahroni Diduga Diperas oleh Oknum KPK Palsu Senilai Rp 300 Juta

Seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Ahmad Sahroni, menjadi korban pemerasan oleh oknum yang mengaku sebagai pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kasus ini terungkap setelah Sahroni melaporkan tindakan tersebut kepada pihak kepolisian dengan nilai pemerasan mencapai Rp 300 juta.

Menurut informasi yang diperoleh, pemerasan ini terjadi pada pekan lalu, ketika Ahmad Sahroni dihubungi oleh seseorang yang mengaku sebagai pegawai KPK. "Dia mengklaim memiliki bukti keterlibatan saya dalam kasus korupsi dan meminta uang untuk menutup masalah tersebut," ungkap Sahroni dalam keterangannya kepada media.

Pemerasan semacam ini menggambarkan modus operandi baru yang digunakan oleh pelaku untuk menakut-nakuti korban dengan menggunakan nama besar lembaga anti-korupsi. "Jelas ini sangat merugikan, baik bagi saya pribadi maupun reputasi lembaga seperti KPK," tambahnya. Sahroni mengaku berusaha berkoordinasi dengan pihak berwajib untuk mengungkap identitas pelaku.

Polisi mengatakan bahwa mereka sedang menyelidiki kasus ini dan meminta masyarakat untuk lebih waspada terhadap oknum yang mengaku sebagai pegawai KPK atau lembaga lain. Seorang sumber di kepolisian menuturkan, "Kami menghimbau agar masyarakat tidak mudah percaya dengan klaim yang tidak jelas dan selalu melakukan verifikasi." KPK juga menyatakan bahwa mereka tidak akan segan-segan mengambil tindakan tegas terhadap oknum yang mencoba memanfaatkan nama lembaga untuk kepentingan pribadi.

Kasus pemerasan terhadap anggota DPR ini menunjukkan betapa pentingnya kesadaran publik mengenai modus penipuan yang terjadi di masyarakat. Apalagi, dengan banyaknya laporan serupa yang muncul seiring waktu, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dan melaporkan jika mengalami hal serupa kepada pihak berwajib.

Ahmad Sahroni menegaskan komitmennya untuk mengawal proses penyelidikan agar pelaku dapat ditangkap dan diadili sesuai hukum. "Saya akan terus mendukung tindakan tegas terhadap siapapun yang berusaha merugikan orang lain dengan cara yang tidak etis," tutupnya. Kasus ini masih dalam penyelidikan kepolisian, dan diharapkan dapat segera terungkap untuk memberikan keadilan bagi para korban.

Artikel Terkait

Sumber: news.detik.com