Tuesday, 25 August 2026
Olahraga

An Se Young Raih Gelar Juara Dunia Kedua Meski Terhambat Cedera Lutut

An Se Young berhasil meraih medali emas di Kejuaraan Dunia BWF di New Delhi, meskipun menghadapi masalah cedera lutut dan keraguan untuk berpartisipasi.

S
Stephanie Marissa
25 August 2026 7 pembaca
An Se Young/[Foto:Xportsnews]
An Se Young/[Foto:Xportsnews]

An Se Young berhasil mengatasi tantangan cedera lutut yang mengganggu, keraguan akan keikutsertaannya, serta serangkaian pertandingan melelahkan melawan Wang Zhi Yi dan Akane Yamaguchi untuk merebut kembali gelar Kejuaraan Dunia BWF dan mencetak sejarah bulu tangkis Korea di New Delhi. Pada hari Minggu (23 Agustus), An Se Young meraih medali emas di nomor tunggal putri, menjadikannya sebagai pemain pertama, baik pria maupun wanita, yang berhasil memenangkan dua gelar dunia.

Hanya tiga minggu sebelum kejuaraan, An Se Young sempat mempertimbangkan untuk mundur akibat cedera lutut yang mengganggu. Namun, pemain peringkat satu dunia ini bertekad untuk tidak melewatkan kesempatan beraksi di hadapan penonton yang selalu mendukungnya di New Delhi, tempat yang sangat ia cintai. Di semifinal, ia bahkan meminta penonton untuk bersorak lebih keras saat melaju ke final.

Kemenangan Gemilang di Final

Setelah meraih kemenangan di tahun 2023, An Se Young berhasil menyingkirkan rival beratnya, juara bertahan Akane Yamaguchi, dalam dua set langsung dengan skor 21-17, 21-14, sehingga mengantarkannya meraih medali emas Kejuaraan Dunia keduanya dan gelar ketujuh musim ini. Di India, An Se Young selalu menjadi favorit penonton, dan Stadion Indoor Indira Gandhi telah menjadi tempat kesukaannya. Pada bulan Januari, ia juga berhasil memenangkan India Open untuk ketiga kalinya.

Pada malam Minggu, berkat dukungan penonton yang meriah, An Se Young berhasil meraih kemenangan dalam waktu 49 menit. “Ada banyak orang yang mendukung. Saya ingin berterima kasih kepada semua penggemar saya atas dukungan mereka. Ini membuat saya terus maju dan memberi saya energi. Saya sangat gembira dan menikmatinya,” ungkapnya di zona wawancara.

Kekhawatiran dan Pemulihan yang Cepat

Di awal turnamen, terdapat kekhawatiran mengenai kebugaran An Se Young, yang terlihat dengan kantung es yang diikatkan di lutut kirinya. Masalah ini telah menjadi tantangan yang ia hadapi sepanjang kariernya, saat ia berusaha menjadi pemain dominan di nomor tunggal putri. Situasi semakin serius ketika ia kalah dari Hina Akechi yang tidak diunggulkan di Japan Open, hanya sebulan sebelum Kejuaraan Dunia, dengan skor 6-21, 9-21, setelah sebelumnya meraih tiga gelar besar musim ini, yaitu Piala Uber, Singapore Open, dan Indonesia Open. Hal ini menimbulkan keraguan mengenai kemampuannya untuk berkompetisi di New Delhi.

Pelatih An Se Young, Park Joo Bong, menyatakan bahwa kekhawatiran tersebut memang beralasan. “Sebenarnya, pada bulan Juli, Se-young khawatir tentang Kejuaraan Dunia ini, apakah dia bisa bermain atau tidak,” jelas Park. “Selama sekitar tiga minggu, dia berhenti berlatih dan memulihkan diri. Jadi, sebenarnya, setelah Kejuaraan Dunia ada Asian Games yang sangat penting bagi Korea. Jadi kami mencoba untuk melewatkan Kejuaraan Dunia, tetapi pemulihan Se-young sangat cepat, dan dia juga ingin bermain dengan sangat kuat. Jadi, kami kembali ke sini, dan kemudian, Anda tahu, penampilan hari ini selama turnamen ini adalah penampilan terbaik,” tambahnya.

Ketika ditanya tentang proses pemulihannya, An Se Young menyatakan, “Saya fokus pada pemulihan saya. Saya melakukannya dengan sangat baik dan terus berjuang. Hal-hal sederhana sangat penting. Ini adalah alasan utamanya.” Dalam perjalanan menuju medali emas, An Se Young berhasil memenangkan enam pertandingannya dalam dua set langsung. Satu-satunya pertandingan yang berlangsung lebih dari satu jam adalah semifinal melawan Wang Zhi Yi, yang sebelumnya mengalahkannya di final All England Open. Pertarungan tersebut sangat melelahkan dan menimbulkan kekhawatiran bagi pelatih Park.

“Hingga semifinal, semua pertandingan sangat tidak mudah bagi Se-young. Jadi, jika dibandingkan dengan pertandingan kemarin (semifinal), ini cukup sulit. Karena itu, kami khawatir dengan kesehatannya,” ungkap Park. Namun, hal terbaik mengenai An Se Young adalah pemulihannya yang cepat. “Dia mempersiapkan diri dengan sangat baik untuk menghadapi Yamaguchi. Dia adalah pemain yang cepat dan menyerang. Kami menganalisis permainannya.” Di babak final, An Se Young menunjukkan performa yang luar biasa, mengalahkan Yamaguchi untuk ke-20 kalinya dalam kariernya dan merebut kembali gelar juara dunia.

// Artikel Terkait