New Delhi, India: Alex Lanier telah menciptakan sejarah dalam dunia bulu tangkis Prancis dengan meraih gelar juara dunia tunggal putra pertama bagi negaranya. Kemenangan tersebut diraihnya setelah berhasil mengalahkan Kodai Naraoka dari Jepang dengan skor 21-11, 21-11 dalam final Kejuaraan Dunia BWF 2026 yang berlangsung pada hari Minggu.
Pemain berusia 21 tahun ini, yang merupakan unggulan kesembilan dalam turnamen, telah menunjukkan performa yang sangat mengesankan. Ia menjadi pemain tunggal putra Prancis pertama yang berhasil mencapai semifinal dan final dalam sejarah Kejuaraan Dunia. Di partai puncak, Lanier tampil dominan dengan mengalahkan Naraoka dalam dua set langsung, menjadikannya juara dunia tunggal putra pertama Prancis sejak turnamen ini dimulai pada tahun 1977.
Dominasi Lanier di Final
Pertandingan final diprediksi akan menjadi duel antara gaya serangan Lanier dan ketahanan Naraoka yang dikenal. Namun, Lanier tidak memberikan kesempatan kepada Naraoka untuk menemukan ritme permainannya. Sejak awal, Lanier mengontrol permainan dengan baik, memberikan tekanan melalui kecepatan dan gaya permainan menyerang, sambil tetap disiplin dalam menghadapi reli-reli panjang.
Naraoka mengalami kesulitan untuk kembali ke dalam pertandingan, sementara Lanier terus memimpin dan berhasil merebut game pertama dengan skor 21-11. Tidak ada penurunan intensitas setelah jeda, di mana Lanier terus mendominasi di gim kedua. Ia berhasil menekan Naraoka dan mencegahnya mengubah pertandingan menjadi duel fisik yang biasanya menjadi favoritnya. Kemenangan dengan skor 21-11 di gim kedua menutup pertandingan final dengan sangat meyakinkan.
Pencapaian Bersejarah untuk Bulu Tangkis Prancis
Kemenangan ini menandai momen penting bagi bulu tangkis Prancis. Sejak Kejuaraan Dunia pertama kali diadakan pada tahun 1977, belum ada pemain tunggal putra Prancis yang mencapai semifinal atau final sebelum penampilan Lanier di New Delhi. Pemain muda ini tidak hanya memecahkan batasan tersebut, tetapi juga berdiri di puncak podium sebagai juara.
Prestasi Lanier juga bertepatan dengan keberhasilan pasangan ganda campuran Prancis, Thom Gicquel dan Delphine Delrue, yang juga mencetak sejarah dengan menjadi juara dunia bulu tangkis senior pertama dari Prancis. Kemenangan Lanier di nomor tunggal putra menambah catatan penting dan menunjukkan perkembangan pesat bulu tangkis Prancis di kancah internasional.
Final ini juga memiliki makna khusus bagi Lanier, karena ia sebelumnya pernah kalah dari Naraoka di Piala Sudirman 2023. Tiga tahun kemudian, Lanier berhasil membalikkan keadaan di ajang terbesar bulu tangkis, dan melakukannya dengan cara yang sangat meyakinkan. Kemenangan dalam dua game langsung ini tidak hanya memberikan sedikit balas dendam bagi Lanier, tetapi juga menandai gelar juara dunia senior pertama dalam kariernya.