Polda Metro Jaya melaksanakan pengamanan di Jakarta dan sekitarnya pada Jumat, 28 Agustus 2026. Kepolisian menyatakan bahwa berbagai aktivitas masyarakat, termasuk di sektor perkantoran, pendidikan, perdagangan, dan mobilitas warga, tetap berlangsung normal pada pagi hari tersebut.
Pengawasan Situasi oleh Kepolisian
Kombes Budi Hermanto, Kabidhumas Polda Metro Jaya, mengungkapkan bahwa pihak kepolisian terus memantau perkembangan situasi dan menyesuaikan langkah-langkah di lapangan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. "Yang paling penting saat ini adalah menjaga suasana tetap tenang agar masyarakat dapat menjalankan aktivitasnya dengan baik. Kami mengajak seluruh pihak menahan diri, tidak terpancing provokasi, dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi," ujarnya.
Budi juga menambahkan bahwa pengaturan arus lalu lintas dan pelayanan kepada masyarakat dilakukan dengan pendekatan situasional, mempertimbangkan perkembangan yang terjadi di lapangan. Ia menekankan pentingnya menghormati ruang untuk menyampaikan aspirasi, sekaligus memastikan hak masyarakat lainnya untuk bekerja, belajar, berusaha, dan menggunakan ruang publik tetap terlindungi.
Menjaga Suasana Harmonis di Jakarta
Menurut Budi, "Jakarta adalah ruang bersama. Aspirasi harus mendapat tempat, aktivitas masyarakat harus tetap berjalan, dan keselamatan setiap orang wajib dijaga. Mari kita jaga suasana tetap teduh dengan saling menghormati dan menempatkan kepentingan bersama di atas perbedaan."
Sejumlah wilayah di Jakarta mengalami peningkatan keamanan setelah aksi demonstrasi pada 27 Agustus, di mana beberapa kelompok massa terlibat dalam kerusuhan, termasuk di Pejompongan, yang sempat mengganggu layanan KRL.