Thursday, 24 September 2026
Peristiwa

AHY: Kepemimpinan Sejati Memikirkan Masa Depan Generasi Selanjutnya

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan bahwa seorang pemimpin harus berfokus pada keberlanjutan dan masa depan generasi mendatang, bukan hanya pada kepentingan jangka pendek.

S
Stephanie Marissa
23 September 2026 9 pembaca
Foto: Republika/M Noor Alfian Choir
Foto: Republika/M Noor Alfian Choir

JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa kepemimpinan tidak seharusnya hanya berorientasi pada kepentingan jangka pendek. Ia berpendapat bahwa seorang pemimpin juga harus memikirkan keberlanjutan dan kehidupan generasi yang akan datang.

Pernyataan ini disampaikan AHY saat menghadiri peluncuran buku berjudul "Kepemimpinan AHY dalam Beragam Sudut Pandang Tokoh Muda Indonesia". Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya persiapan bagi generasi penerus yang akan melanjutkan tugas dan tanggung jawab setelah masa kepemimpinannya berakhir.

Pentingnya Mempersiapkan Generasi Penerus

“Dan true leadership is not about the next election, it is about the next generation,” ujar AHY. Ia menjelaskan bahwa seorang pemimpin tidak hanya harus memikirkan warisan yang ingin ditinggalkan, tetapi juga harus memastikan bahwa ada generasi yang siap melanjutkan pekerjaan yang belum selesai. “Jadi pemimpin sejati tentu tidak sibuk hanya memikirkan legacy apa yang ingin saya tinggalkan, tapi ia harus sibuk untuk memikirkan sekaligus menyiapkan siapa yang akan melanjutkan hal-hal yang belum bisa dicapai atau dituntaskannya ketika waktunya telah habis,” tambahnya.

Kolaborasi dalam Pembangunan

AHY juga menyoroti bahwa pembangunan memerlukan kolaborasi yang baik. Ia menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi masyarakat tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu sektor atau kelompok saja. Ia memberikan contoh mengenai pemerataan pembangunan dan kesejahteraan yang memerlukan kerja sama antara daerah, profesi, serta kementerian dan lembaga terkait. “Kita ingin generasi ke depan hidupnya juga semakin baik,” ungkap AHY.

Selain itu, AHY juga membahas tantangan lingkungan yang akan dihadapi oleh generasi mendatang. Ia menyatakan kepeduliannya terhadap isu ini, terutama karena ia memiliki anak yang masih berusia enam bulan. “Kalau membayangkan hari ini panasnya seperti ini, 20 tahun, 30, 40 tahun ke depan bagaimana hidup kita, hidup generasi ke depan?” tanyanya. Oleh karena itu, AHY mendorong agar kepemimpinan tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga pada kolaborasi untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

// Artikel Terkait