Pasangan ganda putra asal Malaysia, Aaron Chia dan Soh Wooi Yik, merayakan pencapaian luar biasa dengan memastikan tempat di semifinal Kejuaraan Dunia di New Delhi pada hari Jumat. Kemenangan ini menjadi hadiah istimewa bagi pelatih mereka, Herry IP, yang berulang tahun ke-64 pada hari tersebut.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Indoor Indira Gandhi, Aaron dan Wooi Yik, yang menduduki peringkat 4 dunia, menunjukkan performa yang mengesankan dengan mengalahkan pasangan Tiongkok, Hu Ke Yuan dan Lin Xiang Yi, yang berada di peringkat 26 dunia, dengan skor 21-11, 21-17. Dengan hasil ini, rekor head-to-head mereka melawan Ke Yuan dan Xiang Yi kini menjadi 3-0.
Menuju Medali di New Delhi
Kemenangan ini memastikan bahwa Aaron dan Wooi Yik, yang sebelumnya meraih medali emas pada tahun 2022 dan perunggu pada tahun 2023, akan kembali meraih medali di Kejuaraan Dunia kali ini. Mereka akan menghadapi pasangan ganda putra Korea Selatan, Kim Won Ho dan Seo Seung Jae, yang merupakan peringkat 1 dunia, atau pasangan Malaysia lainnya, Goh Sze Fei dan Nur Izzuddin Rumsani, yang menempati peringkat 6 dunia, untuk memperebutkan tiket ke final.
Performa Mengesankan dari Wan Arif dan Yap Roy King
Sementara itu, Wan Arif Junaidi dan Yap Roy King juga menunjukkan penampilan yang patut diapresiasi meskipun tersingkir di babak 16 besar. Pasangan yang berada di peringkat 19 dunia ini memberikan perlawanan yang ketat kepada pasangan peringkat 5 dunia, Satwiksairaj Rankireddy dan Chirag Shetty, sebelum akhirnya kalah dalam pertandingan yang berlangsung selama 82 menit dengan skor 23-21, 19-21, 21-17.
Di game penentu, Arif dan Roy King sempat unggul 15-12, namun Satwik dan Chirag berhasil bangkit dan menyamakan kedudukan menjadi 17-17 sebelum meraih poin-poin terakhir untuk memastikan kemenangan. Satwik memuji kemampuan taktis, kecepatan, dan ketahanan yang ditunjukkan oleh pasangan Malaysia tersebut. "Kami tahu mereka tidak akan pernah membiarkan kami menyerang. Mereka bertubuh pendek tetapi sangat cepat, dan mereka selalu menyerbu ke arah net untuk memblokir serangan kami. Mereka tidak memberi kami kesempatan," ungkap Satwik.