Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Stella Christie, mengungkapkan bahwa institusi pendidikan tinggi di Indonesia perlu mengambil inisiatif dalam memimpin industri kendaraan listrik (EV). Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa kampus tidak seharusnya hanya menjadi pengikut pasar, tetapi harus berkontribusi secara aktif dalam pengembangan sektor ini.
Kampus Sebagai Pendorong Inovasi
Stella Christie menegaskan bahwa dengan sumber daya dan pengetahuan yang dimiliki, kampus memiliki kapasitas untuk menjadi pendorong inovasi dalam industri EV. Ia mendorong agar perguruan tinggi dapat menciptakan program-program yang relevan dan mendukung pengembangan teknologi kendaraan listrik.
Pentingnya Kolaborasi dengan Industri
Lebih lanjut, Stella menyoroti pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan dan industri untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan kendaraan listrik. Dengan bekerja sama, kedua pihak dapat mengidentifikasi kebutuhan pasar dan mengembangkan solusi yang inovatif.
Dalam konteks ini, Stella Christie berharap agar kampus-kampus di Indonesia tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan mereka dalam praktik nyata yang bermanfaat bagi masyarakat dan industri.