Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) aktif mengawasi langkah-langkah yang diambil oleh Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) untuk mempercepat normalisasi distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM). Berbagai upaya yang dilakukan mulai menunjukkan hasil yang positif, dengan antrean di beberapa SPBU, terutama di Kota Medan dan sekitarnya, berangsur berkurang, sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih baik.
Peningkatan Kapasitas Distribusi BBM
Untuk mempercepat normalisasi distribusi BBM di Sumatera Utara, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut telah meningkatkan kapasitas armada mobil tangki dan Awak Mobil Tangki sekitar 35 persen. Selain itu, mereka juga mengoptimalkan alih suplai dari Fuel Terminal Siantar, Fuel Terminal Kisaran, dan Integrated Terminal Lhokseumawe, serta memaksimalkan penerimaan dan penyaluran pasokan BBM melalui Terminal BBM Medan Group di Labuhan Deli. Dengan langkah-langkah tersebut, penyaluran BBM ke SPBU meningkat hingga 120–125 persen dibandingkan dengan kondisi normal.
Dalam kunjungannya ke Fuel Terminal Medan Group, Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menyatakan bahwa stok BBM di Sumatera Utara saat ini dalam keadaan aman. Pasokan BBM juga terus diperkuat setelah dua kapal menyelesaikan proses bongkar muat Jenis BBM Tertentu (JBT) Solar dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite. “Dengan rutinitas masyarakat sehari-hari, insyaallah sudah dapat mengurai antrean di SPBU yang tersebar di wilayah Sumatera Utara ini,” ujarnya.
Monitoring dan Evaluasi Distribusi
Wahyudi menambahkan bahwa peningkatan suplai BBM hingga 120–125 persen merupakan langkah penting untuk mempercepat normalisasi pelayanan di SPBU. “Kita terus meminta agar peningkatan suplai disegerakan, dari kondisi sebelumnya sebesar 112% menjadi 120-125%. Ini merupakan upaya terbaik untuk mengurai antrean di SPBU yang menjadi perhatian masyarakat,” tegasnya.
Berdasarkan pemantauan BPH Migas bersama PPN pada Jumat sore (17/7), antrean di sebagian besar SPBU di Kota Medan menunjukkan perbaikan. “Hanya ada dua sampai tiga mobil, artinya hampir mendekati tidak ada antrean. Ini kondisi pada pukul 17.45 WIB. Kita akan terus melakukan pemantauan untuk mempercepat pemulihan distribusi BBM di Sumatera Utara agar kembali normal,” tuturnya.
Anggota Komite BPH Migas, Fathul Nugroho, menjelaskan bahwa realisasi penyaluran solar di Sumatera hingga 14 Juli 2026 masih di bawah rerata nasional. Hal yang sama juga terjadi pada penyaluran pertalite di Sumatera Utara, sehingga masalah ini bukan disebabkan oleh keterbatasan kuota. “Realisasi ini (solar dan pertalite) masih di bawah rata-rata realisasi nasional, artinya tidak ada kendala dari sisi kuota yang telah ditetapkan,” terangnya.
Fathul menekankan perlunya evaluasi yang lebih fokus pada aspek distribusi, termasuk penguatan sistem peringatan dini dan pemantauan armada distribusi secara menyeluruh agar potensi kendala dapat diantisipasi lebih cepat. “Kendala ini operasional, operasional distribusi. Perlu ada semacam early warning system (peringatan dini). Selain itu juga seluruh armada terlihat di pemantauan, apakah di jalan atau SPBU. Permasalahan ini harus bisa segera diselesaikan,” tuturnya, sembari mengingatkan pentingnya menjaga kualitas pelayanan publik agar masyarakat memperoleh layanan distribusi BBM yang optimal.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi, menegaskan bahwa seluruh operasional Fuel Terminal Medan Group berjalan dengan baik dan terus dioptimalkan selama 24 jam untuk memastikan kebutuhan BBM masyarakat terpenuhi. Dari 14 hingga 16 Juli 2026, rata-rata penyaluran BBM ke SPBU mencapai lebih dari 6.000 kiloliter (KL) per hari. Peningkatan penyaluran ini dilakukan untuk memperkuat stok BBM di tingkat SPBU agar pelayanan kepada masyarakat dapat kembali normal. “Mudah-mudahan peningkatan penyaluran ini dapat menjadi tambahan stok di SPBU sehingga mampu mengurai antrean yang masih terjadi,” ujar Sunardi.
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut bersama BPH Migas juga melakukan pemantauan langsung ke sejumlah SPBU di Kota Medan. Hasil pemantauan menunjukkan penyaluran Solar dan Pertalite berlangsung lancar, dengan ketersediaan stok yang terus dijaga melalui pengisian yang berkelanjutan agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal. Perbaikan kondisi ini juga mulai dirasakan oleh masyarakat. Samsuri (60), seorang pengemudi ojek daring di Kota Medan, mengungkapkan bahwa proses pengisian BBM yang sebelumnya mengalami antrean kini telah jauh lebih lancar. “Kepada masyarakat, beberapa hari yang lalu saya mengimbau agar bersabar karena ada kendala. Sekarang sudah mantap dan sudah lancar. Saya merasakannya langsung,” ungkapnya.
Hal serupa juga disampaikan oleh Hasbi (23), seorang pengemudi truk, yang merasakan waktu tunggu pengisian BBM kini jauh lebih singkat dibandingkan beberapa hari sebelumnya. “Terima kasih kepada pemerintah. BBM di Sumatera Utara sekarang sudah lancar,” katanya.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Direktur Utama PT Elnusa Petrofin Doni Indrawan dan Fuel Terminal Manager Medan Group PPN Teddy Manuputty. Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi bersama BPH Migas, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta seluruh pemangku kepentingan guna memastikan proses normalisasi distribusi BBM berjalan dengan baik. Melalui operasional Fuel Terminal, armada mobil tangki, serta SPBU yang terus disiagakan, Pertamina bertekad menjaga keandalan pasokan energi agar kebutuhan masyarakat di Sumatera Utara dapat terpenuhi dengan baik.