Sunday, 09 August 2026
Peristiwa

Tujuan Perjanjian Pertahanan Turki, Arab Saudi, dan Pakistan Menurut Ankara

Wakil Presiden Turkiye, Cevdet Yilmaz, menegaskan bahwa perjanjian pertahanan antara Turki, Arab Saudi, dan Pakistan tidak ditujukan untuk melawan Iran atau negara lain.

J
Jonathan Michael
08 August 2026 15 pembaca
Foto: Murat Cetinmuhurdar/TCCB via Anadolu
Foto: Murat Cetinmuhurdar/TCCB via Anadolu

Pada hari Sabtu, Wakil Presiden Turkiye, Cevdet Yilmaz, menyampaikan bahwa kesepakatan pertahanan yang ditandatangani oleh Turki, Arab Saudi, dan Pakistan tidak dimaksudkan untuk menghadapi Iran atau negara lainnya. Ia menekankan bahwa perjanjian tersebut bertujuan untuk memperkuat keamanan regional, kolaborasi dalam pertahanan, serta meningkatkan kemampuan penangkalan.

Detail Perjanjian Pertahanan

Perjanjian yang dikenal sebagai Perjanjian Pertahanan Bersama Mekah ini ditandatangani pada tanggal 7 Agustus. Menurut laporan dari media Turkiye, kesepakatan tersebut mencakup kerjasama dalam pertukaran informasi intelijen dan koordinasi keamanan di kawasan. Penandatanganan ini dianggap sebagai langkah signifikan yang dapat mengubah dinamika kekuatan di Timur Tengah.

Pihak yang Terlibat dalam Penandatanganan

Perjanjian ini ditandatangani oleh Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dalam sebuah pertemuan puncak yang berlangsung di Istana Al-Safa. Kesepakatan ini diharapkan dapat memperkuat kerjasama pertahanan di antara ketiga negara.

Dengan adanya perjanjian ini, Turki bergabung dalam kerangka kerja pertahanan strategis yang telah ada antara Arab Saudi dan Pakistan, yang sebelumnya ditandatangani pada tahun 2025. Ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan pertahanan di kawasan.

// Artikel Terkait