Monday, 19 October 2026
Hukum & Kriminal

Tragedi Perundungan: Bocah Berkebutuhan Khusus Ditemukan Tewas di Surabaya

Seorang anak berusia 10 tahun dengan down syndrome ditemukan meninggal dunia di Surabaya, diduga akibat perundungan yang dilakukan oleh anak tetangganya. Kasus ini kini tengah diselidiki oleh pihak ke...

S
Saraswati Indira Alika
18 October 2026 16 pembaca
Ilustrasi. Seorang bocah berusia 10 tahun dengan kebutuhan khusus down syndrome ditemukan tewas. Ia diduga menjadi korban perundungan anak tetangganya. (Istockphoto/Nito100)
Ilustrasi. Seorang bocah berusia 10 tahun dengan kebutuhan khusus down syndrome ditemukan tewas. Ia diduga menjadi korban perundungan anak tetangganya. (Istockphoto/Nito100)

Seorang bocah berusia 10 tahun yang memiliki kebutuhan khusus, berinisial Z, ditemukan tewas di Surabaya, Jawa Timur. Diduga, ia menjadi korban perundungan oleh anak-anak tetangganya. Ayah korban, yang berusia 53 tahun, SAW, mencurigai adanya tindakan kekerasan setelah meninjau rekaman dari kamera pengawas di rumahnya. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyidikan terkait kasus ini.

Detail Kejadian yang Mengguncang

SAW menceritakan bahwa dugaan perundungan terjadi pada hari Sabtu (12/9). Pada saat itu, ia sedang beristirahat setelah menjalani operasi ginjal, sementara istrinya, NF, sedang berjualan di pasar. Z, anak mereka yang merupakan penyandang disabilitas dan sehari-hari menggunakan kursi roda, berada di teras rumah. Sekitar pukul 09.20 WIB, NF pulang dan terkejut melihat kondisi Z yang terjatuh di teras.

"Sekitar jam 09.20 WIB istri saya datang. Tiba-tiba istri saya berteriak-teriak, 'Bi, anaknya biru, anaknya wis biru'," ungkap SAW saat dikonfirmasi oleh media.

SAW berusaha menenangkan istrinya yang panik dan segera menggendong Z untuk memeriksa kondisinya. Ia menemukan tanda-tanda luka penganiayaan dan tali sepatu yang melilit leher anaknya. "Hasil autopsi di Polda Jawa Timur juga ada cairan sabun colek di lambung anak saya," tambahnya.

Penyelidikan dan Tindakan Selanjutnya

Menurut SAW, warga sekitar hanya berkumpul tanpa memberikan pertolongan yang berarti. Akhirnya, salah satu warga membantu membawa Z ke rumah sakit terdekat, tetapi sayangnya, Z dinyatakan meninggal dunia pada pukul 09.45 WIB.

SAW kemudian memeriksa rekaman CCTV di rumahnya dan menemukan dua anak tetangganya yang berusia di bawah 11 tahun keluar-masuk ke rumahnya dari pukul 08.15 hingga 08.47 WIB pada hari kejadian. "Artinya, anak saya [diduga] disiksa selama kurang lebih 12 menit," tuding SAW.

SAW menduga bahwa kedua bocah tersebut bertanggung jawab atas perundungan yang menyebabkan kematian Z, mengingat kondisi anaknya yang sangat terbatas. "Anak saya ini berkebutuhan khusus, dia mengalami down syndrome dan cerebral palsy (CP). Dia tidak bisa bicara, tidak bisa berdiri, matanya agak kabur, dan tangannya lemas tidak bisa memegang benda," jelasnya.

SAW juga mengungkapkan bahwa Z sebelumnya pernah mengalami perundungan dan kekerasan fisik yang sama, diduga dilakukan oleh pelaku yang sama. Ia dan istrinya telah melaporkan kasus ini ke Polrestabes Surabaya dengan nomor laporan LP/B/1843/IX/2026/SPKT/Polrestabes Surabaya/Polda Jawa Timur pada 12 September 2026. Saat ini, satu pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Sementara yang lain belum menjadi tersangka karena polisi menyebut dia tidak ikut menjerat. Hati saya hancur dan remuk sekali saat melihat dia masih berkeliaran bebas di depan saya saat Jumatan, sementara anak saya yang tidak berdaya sudah tiada," ungkap SAW.

Kepala Satuan Reserse PPA dan PPO Polrestabes Surabaya, AKBP Melatisari, menyatakan bahwa pihaknya sedang menangani kasus dugaan perundungan yang berujung pada kematian ini. "Kita tangani, proses penyidikan," katanya.

Jika Anda mengalami, melihat, mendengar, atau mengetahui tindakan kekerasan atau pelecehan terhadap perempuan dan anak, silakan hubungi SAPA melalui telepon 129 atau melalui WhatsApp di nomor 08111-129-129.

// Artikel Terkait