Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, mengungkapkan bahwa semua peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang terlibat dalam latihan dasar kemiliteran (latsarmil) telah menjalani tes kesehatan sebelum pelatihan dimulai. Pernyataan ini disampaikan oleh Dudung di Jakarta pada hari Jumat.
“Sebelum pelaksanaan pelatihan itu dilangsungkan tes kesehatan. Semua saya rasa dilakukan tes kesehatan,” ungkap Dudung.
Evaluasi dan Investigasi Pelatihan
Dudung menambahkan bahwa saat ini pelaksanaan pelatihan tersebut sedang dalam proses evaluasi dan investigasi. Berdasarkan informasi yang ia terima, tidak ditemukan indikasi kelalaian yang menyebabkan peristiwa tragis tersebut. Ia menjelaskan bahwa latihan militer untuk peserta SPPI tidak tergolong terlalu berat. Namun, ada kemungkinan bahwa faktor kesehatan atau kondisi lain mempengaruhi peserta selama pelatihan.
“Setahu saya latihan militer untuk tingkatan seperti SPPI dan sebagainya tidak terlalu keras ya. Tapi mungkin karena dia sakit dan sebagainya. Tapi ini sedang dievaluasi dan ada investigasi,” jelasnya.
Belasungkawa dan Harapan untuk Pelatihan Mendatang
Dalam kesempatan itu, Dudung juga menyampaikan rasa duka cita atas meninggalnya tiga peserta SPPI dalam kegiatan tersebut. Ia berharap agar pelaksanaan pelatihan di masa mendatang dapat lebih memperhatikan prosedur dan faktor keselamatan untuk mencegah terjadinya korban.
Terkait dengan kelanjutan program pelatihan, Dudung menegaskan bahwa kegiatan semacam itu tetap penting untuk membangun disiplin, loyalitas, kerja sama, dan jiwa korsa di antara peserta. “Kami pun dulu sebelum jadi di lingkungan Kabinet Merah Putih, diretret dulu di Magelang, karena memang itu penting kalau menurut saya untuk meningkatkan disiplin, meningkatkan loyalitas, kerja sama, jiwa korsa, dan sebagainya. Ya mudah-mudahan itu tetap lagi dilaksanakan,” tuturnya.