JAKARTA, iNews.id – Toko gadget yang biasanya dikenal dengan etalase produk elektronik dan aktivitas pengunjung yang terbatas pada melihat spesifikasi atau membeli ponsel, kini mengalami perubahan signifikan. Konsep baru ini mulai diterapkan di berbagai toko teknologi, di mana pengunjung dapat merasa lebih nyaman dan berlama-lama, bahkan menikmati kopi, mengikuti workshop kreatif, serta berkumpul dengan komunitas.
Transformasi ini menunjukkan bahwa pengalaman berbelanja tidak lagi hanya berfokus pada produk, tetapi juga mencakup suasana, aktivitas, dan pengalaman unik yang ditawarkan kepada konsumen. Sejumlah ruang ritel kini menggabungkan teknologi dengan elemen hiburan dan gaya hidup, menjawab kebutuhan konsumen yang ingin berinteraksi lebih dekat dengan teknologi. Mereka tidak hanya ingin mengetahui spesifikasi perangkat dari informasi online, tetapi juga ingin mencoba langsung, mengeksplorasi fitur, dan merasakan bagaimana teknologi dapat mendukung kehidupan sehari-hari.
Ruang Interaktif untuk Beragam Aktivitas
Perubahan ini juga memberikan kesempatan bagi konsumen untuk melakukan berbagai kegiatan di luar transaksi jual beli. Mulai dari menikmati minuman, berkreasi, hingga mengikuti kegiatan komunitas, semua bisa dilakukan dalam satu tempat. Salah satu contoh nyata dari fenomena ini adalah Infinix Bali Flagship Concept Store yang terletak di Beachwalk Shopping Center, Bali. Chris Xu, Deputy General Manager Infinix, menjelaskan bahwa konsep toko ini dirancang untuk menggabungkan teknologi dengan kreativitas, seni, dan gaya hidup.
"Pembukaan toko ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan global Infinix. Melalui flagship concept store pertama ini, kami ingin membawa filosofi Joy Tech melampaui inovasi produk, menjadi pengalaman nyata yang menghubungkan teknologi dengan kreativitas, seni, dan gaya hidup," ungkap Chris Xu dalam keterangannya.
Pengalaman Multisensori dan Kegiatan Kreatif
Salah satu aspek menarik dari konsep ini adalah pendekatan pengalaman multisensori atau Five Senses Experience. Pengunjung tidak hanya diajak melihat perangkat teknologi, tetapi juga menikmati tata suara, menyentuh dan mencoba produk, mengenali aroma khas, hingga menikmati kopi. Pendekatan ini menunjukkan bagaimana pengalaman berbelanja dapat dirancang lebih personal, di mana teknologi diperkenalkan tidak hanya melalui angka dan spesifikasi, tetapi juga melalui suasana yang melibatkan berbagai indra pengunjung.
Di dalam toko, terdapat instalasi robotic arm yang menjadi elemen visual menarik, menggabungkan unsur teknologi dengan desain kontemporer dan memberikan pengalaman berbeda dibandingkan dengan toko gadget pada umumnya. Ruang retail ini juga menyajikan konsep n_x coffee, yang memungkinkan pengunjung bersantai, berbincang, atau sekadar beristirahat sejenak dari rutinitas.
Lebih jauh lagi, ruang ini dirancang untuk berbagai kegiatan kreatif dan komunitas, seperti fotografi, musik, fashion, olahraga, hingga gaming. Rangkaian kegiatan yang berlangsung dari 31 Oktober hingga 8 November 2026 mencakup workshop fotografi bersama komunitas, pembuatan parfum, pembuatan aksesori ponsel, fashion show, hingga kegiatan sound yoga. Selain itu, ada pula kegiatan lari bersama dan kompetisi gaming yang menghubungkan pengunjung dengan komunitas olahraga dan esports.
Dengan demikian, toko teknologi tidak hanya menjadi tempat untuk mengenal perangkat, tetapi juga ruang untuk menjalankan berbagai aktivitas sesuai minat. Konsep ini menunjukkan bahwa batas antara toko, tempat berkumpul, dan ruang kreativitas semakin kabur, memberikan lebih banyak alasan bagi pengunjung untuk datang meskipun tidak berencana membeli perangkat baru.
Selain menawarkan pengalaman gaya hidup, pendekatan ini tetap memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mengenal ekosistem perangkat teknologi. Berbagai produk seperti smartphone, tablet, laptop, perangkat pintar, dan aksesori dapat dieksplorasi secara langsung. Ke depannya, kombinasi antara teknologi dan gaya hidup seperti ini berpotensi menjadi salah satu pendekatan baru dalam menghadirkan pengalaman ritel, terutama di era di mana konsumen memiliki banyak pilihan untuk mencari informasi dan bertransaksi secara online.
Oleh karena itu, pengalaman langsung yang tidak dapat sepenuhnya tergantikan oleh belanja online menjadi salah satu faktor yang membuat toko fisik tetap relevan. Ini bukan hanya karena produk yang ditawarkan, tetapi juga pengalaman yang didapatkan selama berada di dalamnya.