Tuesday, 18 August 2026
Peristiwa

TNI AU Kirim Bantuan Kemanusiaan Seberat 81,3 Ton ke NTT

TNI Angkatan Udara secara aktif menerbangkan bantuan kemanusiaan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah terjadinya bencana gempa, dengan total pengiriman mencapai 81,3 ton.

D
Doni Setiawan
18 August 2026 2 pembaca
Foto: ANTARA FOTO/Gecio Viana
Foto: ANTARA FOTO/Gecio Viana

TNI Angkatan Udara (AU) terus melakukan pengiriman bantuan dari Posko Bencana Alam Lanud Halim Perdanakusuma ke daerah yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Untuk mempercepat proses distribusi bantuan melalui jalur udara, enam pesawat telah dikerahkan menuju Labuan Bajo dan Maumere pada Senin, 17 Agustus 2026.

Pesawat yang dikerahkan terdiri dari dua unit C-130J Super Hercules, satu C-130 Hercules, satu Airbus A400M, dan dua Boeing 737. Kadispenau Marsma TNI I Nyoman Suadnyana menyatakan bahwa pengiriman enam pesawat ini merupakan upaya TNI AU dalam mendukung penanganan bencana serta memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak. “Pengerahan pesawat TNI AU ini merupakan bentuk dukungan untuk mempercepat distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak bencana,” ungkap Nyoman dalam keterangannya pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Rincian Pengiriman Bantuan

C-130J Super Hercules yang menuju Labuan Bajo mengangkut bantuan seberat 13.500 kg, sementara C-130 Hercules di rute yang sama membawa 13.504 kg. C-130J Super Hercules lainnya yang menuju Maumere mengangkut 13.563 kg bantuan. Airbus A400M juga diterbangkan ke Labuan Bajo dengan membawa 20.779 kg bantuan. Dua unit Boeing 737 yang dikerahkan ke Maumere masing-masing membawa 10.000 kg. Total keseluruhan bantuan yang diangkut oleh enam pesawat TNI AU mencapai 81.346 kg atau sekitar 81,3 ton, yang mencakup sembako, tenda, generator set, obat-obatan, dan perlengkapan SAR.

"TNI AU terus mengoptimalkan dukungan udara untuk memastikan bantuan kemanusiaan segera tiba dan dapat dimanfaatkan masyarakat terdampak bencana di NTT," tambah Nyoman.

Situasi Terkini di NTT

Bencana gempa yang terjadi telah memaksa lebih dari 5.000 orang di NTT untuk mengungsi. Bencana ini juga mengakibatkan 47 korban jiwa dan menyebabkan kerusakan bangunan yang signifikan. Berdasarkan data terbaru per Ahad, 16 Agustus, pukul 00:00 WIB, konsentrasi pengungsi terbesar saat ini berada di Kabupaten Sikka dengan total 3.356 jiwa, yang tersebar di GOR Samador sebanyak 1.356 jiwa dan mandiri 2.000 jiwa di sepuluh titik pengungsian. Di Kabupaten Manggarai, jumlah pengungsi mencapai 2.078 jiwa, sedangkan di Nagekeo terdapat sekitar 500 jiwa yang juga mengungsi. Beberapa pengungsi lainnya dilaporkan berada di Bima dan Kepulauan Selayar.

// Artikel Terkait