Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menegaskan komitmennya untuk memperketat standar keamanan bahan baku dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap sejumlah kasus keracunan yang diduga terkait dengan program tersebut yang terjadi di berbagai wilayah.
Sudaryono menyatakan bahwa BGN akan terus memantau setiap laporan yang diterima untuk mengidentifikasi penyebab insiden tersebut dan melakukan perbaikan dalam pengelolaan program. "Saya sedikit banyak kan ngerti ya, karena di awal-awal dulu waktu membahas MBG saya juga bagian dari orang yang terlibat. Kemudian saya sebagai Wakil Menteri Pertanian juga kita sedikit banyak bersinggungan karena memang terkait rantai pasok dan lain-lain," ungkapnya saat konferensi pers di Gedung BGN.
Pentingnya Rantai Pasok dalam Kualitas Bahan Pangan
Dalam penjelasannya, Sudaryono menekankan bahwa pengalamannya saat menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian memberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya rantai pasok untuk menjamin kualitas bahan pangan yang digunakan dalam program MBG. Ia juga mengaku sering menerima laporan dari kader Partai Gerindra di daerah mengenai berbagai masalah yang muncul dalam pelaksanaan program tersebut.
Seluruh masukan yang diterima akan menjadi bahan evaluasi bagi BGN. Salah satu langkah yang direncanakan adalah memperketat standar keamanan serta kualitas bahan baku yang digunakan oleh penyedia makanan. Sudaryono menegaskan bahwa kualitas bahan baku sangat penting untuk mencegah terulangnya kasus keracunan. "Karena kan ya kita belajar lah dari faktor keracunan dan lain-lain itu kan karena memang selain cara mengolahnya, kan ada juga dari bahan bakunya yang barangkali itu tadi, tidak terstandar atau mungkin bahan bakunya kualitasnya enggak bagus," jelasnya.
Arahan Presiden untuk Penyelesaian Masalah
Sudaryono juga menambahkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan agar setiap masalah yang muncul dalam pelaksanaan program MBG segera diselesaikan tanpa penundaan. "Target khusus ya efektif, efisien, cepat, cepat selesai. Jadi Pak Presiden satu arahan ya, you have to run into the problem. Kita harus mau lari, kita selesaikan persoalan," tuturnya.