Friday, 26 June 2026
Peristiwa

Tiga Peserta Meninggal dalam Latihan Militer, Kemenhan Siap Evaluasi

Kementerian Pertahanan memberikan perhatian serius terhadap insiden meninggalnya tiga calon manajer program Koperasi Desa saat mengikuti latihan dasar kemiliteran. Kemenhan berkomitmen untuk mengevalu...

S
Stephanie Marissa
26 June 2026 2 pembaca
Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap insiden tragis yang terjadi dalam Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) yang mengakibatkan tiga calon manajer program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) meninggal dunia. Kemenhan menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap metode pelatihan yang diterapkan untuk memastikan keselamatan peserta di masa mendatang.

Kemenhan juga menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kehilangan tiga peserta program Latsarmil. Insiden ini menjadi perhatian serius bagi pihak kementerian. Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Kemenhan RI, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengungkapkan bahwa saat ini Kemenhan bersama Panitia Seleksi Nasional dan seluruh penyelenggara sedang melakukan evaluasi menyeluruh terkait pelaksanaan program tersebut.

Evaluasi Menyeluruh untuk Keselamatan Peserta

Rico menjelaskan bahwa evaluasi Latsarmil akan fokus pada aspek kesehatan peserta, mulai dari proses seleksi hingga penanganan ketika peserta mengalami masalah kesehatan. Ia menekankan pentingnya evaluasi yang menyeluruh, terutama mengenai seleksi kesehatan, pengawasan medis, deteksi dini kondisi kesehatan peserta, serta prosedur penanganan jika ada peserta yang mengalami gangguan kesehatan.

Tujuan Pelatihan yang Jelas

Dalam penjelasannya, Rico menegaskan bahwa program Latsarmil ini merupakan bagian dari kurikulum yang dirancang untuk membentuk karakter, disiplin, integritas, kepemimpinan, kerja sama, dan semangat pengabdian. Ia membantah anggapan bahwa pelatihan ini ditujukan untuk membentuk prajurit, melainkan lebih kepada pengembangan soft skill yang diperlukan dalam manajemen koperasi.

Dengan langkah evaluasi ini, Kemenhan berharap dapat mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan dan memastikan bahwa setiap peserta dapat mengikuti pelatihan dengan aman dan efektif.

// Artikel Terkait