Meski telah mencetak berbagai rekor pada hari Sabtu, Tanvi Sharma tetap fokus pada pertandingan selanjutnya. Pemain berusia 17 tahun dari India ini menunjukkan performa yang mengesankan di YONEX Taipei Open 2026 dengan mengalahkan unggulan kelima tuan rumah, Huang Yu Hsun, dengan skor 21-17, 21-11 dalam waktu 33 menit, dan memastikan tempatnya di final tunggal putri.
Ini merupakan final kedua dalam kariernya di HSBC BWF World Tour, hanya sedikit lebih dari setahun setelah ia menjadi runner-up di US Open di belakang Beiwen Zhang. Meskipun pencapaian ini sangat berarti baginya, Tanvi menegaskan bahwa ia masih memiliki tujuan yang ingin dicapai. “Saya sangat senang setelah mencapai final,” ungkapnya. “Tapi saya masih belum puas karena saya harus bermain di final dan memberikan yang terbaik di sana. Sudah lama sekali, jadi saya sangat gembira.”
Performa Mengesankan di Semifinal
Bermain di hadapan penonton yang antusias di Taipei, Tanvi menunjukkan ketenangan meski menghadapi lawan yang lebih berpengalaman. Setelah menjalani pertandingan pembuka yang ketat, ia mulai menguasai permainan dengan strategi menyerang dan memanfaatkan kesalahan lawan di game kedua. “Di akhir game kedua, saya mendapatkan banyak poin dari serangan,” jelasnya. “Sejak awal game itu, saya memainkan pukulan menyerang. Setelah jeda, dia mulai melakukan lebih banyak kesalahan, jadi saya hanya fokus untuk menjaga kok tetap berada di dalam lapangan.”
Sejarah dan Ambisi Gelar
Perjalanan Tanvi di turnamen ini sangat mengesankan; ia hanya kehilangan satu gim sepanjang minggu, yaitu saat melawan unggulan keempat, Supanida Katethong, di perempat final. Kini, ia menjadi pemain India pertama yang mencapai final tunggal putri sejak Saina Nehwal meraih gelar tersebut pada tahun 2008. Di usia 17 tahun 222 hari, Tanvi juga menjadi finalis termuda dalam sejarah turnamen, mengalahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh legenda ganda Korea, Lee Yong Dae, yang berusia 17 tahun 287 hari saat mencapai final ganda putra pada tahun 2006.
Penghalang yang harus dihadapi Tanvi untuk meraih gelar World Tour pertamanya adalah unggulan keenam, Nguyen Thuy Linh, yang merupakan lawan yang sama yang ia kalahkan dalam perjalanan menuju final US Open tahun lalu. “Saya sangat percaya diri menjelang pertandingan. Saya berharap yang terbaik dan akan memberikan 100 persen kemampuan saya,” tutupnya.