Monday, 10 August 2026
Olahraga

Tantangan Nova Widianto sebagai Pelatih Ganda Campuran Indonesia

Nova Widianto, mantan pelatih ganda campuran nasional, menghadapi tantangan berat setelah ditunjuk sebagai pelatih baru tim ganda campuran Indonesia, di tengah penyelidikan terhadap beberapa pemain.

D
Daniel Saputra
07 August 2026 63 pembaca
Nova Widianto/[Foto:PBSI]
Nova Widianto/[Foto:PBSI]

Mantan pelatih ganda campuran nasional, Nova Widianto, kini berada dalam posisi sulit setelah resmi diangkat sebagai pelatih kepala tim ganda campuran Indonesia. Penunjukan ini diumumkan oleh Asosiasi Bulu Tangkis Indonesia (PBSI) kemarin, di mana Nova harus menghadapi tantangan besar karena beberapa pemain saat ini tengah diselidiki terkait dugaan pengaturan pertandingan.

Pria berusia 48 tahun ini diharapkan dapat mengembalikan daya saing ganda campuran Indonesia di tingkat internasional. Kepala Bidang Pengembangan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, menyatakan bahwa Nova memiliki pengalaman yang luas serta pemahaman mendalam mengenai ganda, baik sebagai pemain maupun pelatih. “Nova memiliki pengalaman luas dan pemahaman mendalam tentang ganda, baik sebagai pemain maupun sebagai pelatih,” ungkap Eng Hian.

Pergantian Pelatih dan Harapan Baru

Nova Widianto menggantikan Rionny Mainaky, yang mengakhiri kerjasama dengan PBSI pada 30 Juli, bersamaan dengan pengumuman kepergian Nova dari tim nasional Malaysia. Kembalinya Nova ke posisi ini menandai kesempatan baru bagi mantan peraih medali perak Olimpiade Beijing 2008, yang sebelumnya menjabat sebagai pelatih pada tahun 2021. “Kami berharap kembalinya dia akan memberikan energi baru, memperkuat program pengembangan kami, meningkatkan daya saing pasangan ganda campuran kami, dan membantu mereka mencapai hasil terbaik di turnamen internasional,” tambah Eng Hian.

Situasi Sulit yang Dihadapi Tim

Nova kini mewarisi tim yang berada dalam kondisi yang menantang, di mana beberapa pasangan ganda campuran Indonesia sedang dalam penyelidikan oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) terkait dugaan pelanggaran integritas. Pasangan peringkat 13 dunia, Jafar Hidayatullah dan Felisha Pasaribu, serta duo peringkat 24 dunia, Adnan Maulana dan Indah Jamil, telah menarik diri dari BWF Kejuaraan Dunia 2026 yang akan berlangsung di New Delhi pada 17-23 Agustus mendatang.

PBSI menegaskan bahwa penarikan kedua pasangan tersebut merupakan bagian dari restrukturisasi organisasi dan tidak mengaitkannya dengan penyelidikan pengaturan pertandingan. Meskipun demikian, langkah tersebut tidak sepenuhnya menghilangkan spekulasi, dan asosiasi hanya menyatakan bahwa mereka akan terus berkolaborasi dengan BWF untuk memastikan bahwa keputusan yang diambil mendukung tata kelola yang baik, kepatuhan terhadap peraturan, serta menjaga integritas olahraga dan hak-hak atlet.

// Artikel Terkait