Friday, 04 September 2026
Ekobis

Standar Sertifikasi Halal untuk Kosmetik Berlaku pada Oktober 2026, Hanya 56% yang Sudah Memenuhi Syarat

Peraturan baru mengenai sertifikasi halal untuk produk kosmetik akan mulai diterapkan pada Oktober 2026, namun saat ini hanya 56% produk yang telah mendapatkan sertifikasi tersebut.

P
Putri Ayunda Lestari
02 September 2026 37 pembaca
Standar Sertifikasi Halal untuk Kosmetik Berlaku pada Oktober 2026, Hanya 56% yang Sudah Memenuhi Syarat
Sumber gambar: industri.kontan.co.id

Pemerintah Indonesia menetapkan bahwa semua produk kosmetik harus memiliki sertifikat halal yang berlaku mulai Oktober 2026. Meskipun demikian, saat ini hanya 56% dari total produk kosmetik yang sudah mendapatkan sertifikasi halal.

Proses Sertifikasi Kosmetik

Proses sertifikasi halal ini bertujuan untuk memastikan bahwa produk kosmetik yang beredar di pasaran memenuhi standar syariah. Hal ini merupakan langkah penting untuk memberikan jaminan kepada konsumen bahwa produk yang mereka gunakan aman dan sesuai dengan prinsip-prinsip halal.

Tantangan dalam Sertifikasi

Saat ini, banyak produsen kosmetik yang masih belum memenuhi syarat untuk mendapatkan sertifikasi halal. Beberapa di antaranya mengaku kesulitan dalam memahami proses sertifikasi dan persyaratan yang harus dipenuhi. Oleh karena itu, pemerintah berencana untuk memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada produsen agar lebih siap menghadapi peraturan ini.

Dengan adanya peraturan ini, diharapkan akan tercipta kesadaran yang lebih tinggi di kalangan produsen dan konsumen mengenai pentingnya produk yang bersertifikat halal. Hal ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk kosmetik lokal.

// Artikel Terkait