Thursday, 06 August 2026
Pendidikan

Solusi Hama Tikus, Mahasiswa KKN Undip Terapkan Emposan Belerang di Desa Munggur

Mahasiswa KKN dari Universitas Diponegoro melakukan uji coba emposan belerang untuk mengatasi masalah hama tikus di Desa Munggur, Kabupaten Semarang. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan solusi ram...

T
Theresia Okta Anindya
05 August 2026 17 pembaca
Solusi Hama Tikus, Mahasiswa KKN Undip Terapkan Emposan Belerang di Desa Munggur
Sumber gambar: zcampus.indozone.id

Dalam upaya mengatasi masalah hama tikus yang mengganggu pertanian, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan uji coba emposan belerang di Desa Munggur, Kabupaten Semarang. Kegiatan ini diadakan pada 27 Agustus 2023 dan melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat setempat.

Emposan belerang merupakan metode pengendalian hama yang dianggap lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan penggunaan pestisida kimia. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN melakukan sosialisasi kepada warga mengenai cara pembuatan dan penggunaan emposan belerang. Mereka menjelaskan bahwa emposan ini terbuat dari campuran belerang, air, dan bahan organik lainnya yang dapat menarik perhatian tikus untuk menjauh dari area pertanian.

Manfaat Emposan Belerang bagi Pertanian

Dengan menggunakan emposan belerang, diharapkan para petani dapat mengurangi kerugian akibat serangan hama tikus yang selama ini menjadi masalah serius. Mahasiswa KKN juga memberikan pelatihan tentang cara mengaplikasikan emposan ini secara efektif di ladang pertanian. Selain itu, mereka menjelaskan manfaat lain dari penggunaan emposan, yaitu tidak mencemari lingkungan dan aman bagi kesehatan manusia.

Pelaksanaan kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga desa. Mereka mengaku tertarik untuk mencoba metode baru ini sebagai alternatif dalam mengatasi hama tikus. Salah satu petani mengungkapkan harapannya agar metode ini dapat memberikan hasil yang baik dan membantu meningkatkan produktivitas pertanian di desa mereka.

Kolaborasi Mahasiswa dan Masyarakat

Kegiatan ini juga menjadi ajang kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam mencari solusi atas permasalahan yang ada. Mahasiswa KKN berkomitmen untuk terus mendampingi petani dalam proses penerapan emposan belerang dan memberikan edukasi tentang pertanian berkelanjutan. Dengan demikian, diharapkan hubungan antara mahasiswa dan masyarakat semakin erat dan saling menguntungkan.

Secara keseluruhan, uji coba emposan belerang di Desa Munggur ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mengatasi masalah hama tikus secara efektif dan berkelanjutan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya metode pertanian yang ramah lingkungan.

// Artikel Terkait