🔴 Breaking
Transformasi Signifikan Persija Jakarta, Mauricio Souza Ungkap Kekaguman Kylian Mbappe Tidak Terlibat Dalam Masalah Real Madrid Empat Guru Besar Dikhidmatkan di UIN Saizu, Memperkuat Tradisi Keilmuan Anggota DPRD Temanggung Mengundurkan Diri Setelah Dituduh Melakukan Kekerasan Terhadap Perempuan Istri Anggota Satpol PP Kota Bogor Bongkar Alasan Gadai SK Suami Perubahan Waktu Kick Off Pertandingan Persib Bandung Melawan Arema FC di Stadion GBLA Jordan Pickford Menegaskan Akan Tetap di Everton Jika Timnya Lolos ke Eropa Kejadian Bayi Tertukar di RSHS Bandung, Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian Tim Medis Hari Pertama Blokade AS, Tiga Kapal Tanker Sukses Melintas di Selat Hormuz Piala Dunia 2026: Meksiko Tawarkan Bantuan untuk Iran, Namun FIFA Tetap Teguh Transformasi Signifikan Persija Jakarta, Mauricio Souza Ungkap Kekaguman Kylian Mbappe Tidak Terlibat Dalam Masalah Real Madrid Empat Guru Besar Dikhidmatkan di UIN Saizu, Memperkuat Tradisi Keilmuan Anggota DPRD Temanggung Mengundurkan Diri Setelah Dituduh Melakukan Kekerasan Terhadap Perempuan Istri Anggota Satpol PP Kota Bogor Bongkar Alasan Gadai SK Suami Perubahan Waktu Kick Off Pertandingan Persib Bandung Melawan Arema FC di Stadion GBLA Jordan Pickford Menegaskan Akan Tetap di Everton Jika Timnya Lolos ke Eropa Kejadian Bayi Tertukar di RSHS Bandung, Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian Tim Medis Hari Pertama Blokade AS, Tiga Kapal Tanker Sukses Melintas di Selat Hormuz Piala Dunia 2026: Meksiko Tawarkan Bantuan untuk Iran, Namun FIFA Tetap Teguh
Pendidikan

Sinergi LPH UIN Saizu dan BPOM Banyumas untuk Meningkatkan Audit dan Sertifikasi Halal

LPH UIN Saizu dan BPOM Banyumas berkolaborasi dalam diskusi untuk memperbarui proses audit serta identifikasi titik kritis dalam sertifikasi halal obat dan makanan.

Saraswati Indira Alika

Penulis

14 April 2026
5 kali dibaca
Sinergi LPH UIN Saizu dan BPOM Banyumas untuk Meningkatkan Audit dan Sertifikasi Halal

Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) dari Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto berkolaborasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Banyumas dalam sebuah diskusi kelompok terfokus (Focus Group Discussion, FGD) yang bertajuk “Sinergi LPH Saizu dan BPOM: Pembaruan Audit dan Identifikasi Titik Kritis Sertifikasi Halal Obat dan Makanan”. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kerjasama dalam audit dan sertifikasi halal di sektor obat dan makanan.

Acara berlangsung di Purwokerto dan dihadiri oleh berbagai pihak yang berkepentingan, termasuk para praktisi, akademisi, dan ahli di bidang halal. Dalam diskusi tersebut, para peserta membahas berbagai aspek penting terkait dengan audit dan sertifikasi halal, serta bagaimana pengawasan dari BPOM dapat memberikan dukungan dalam proses tersebut. Sinergi ini diharapkan dapat menghasilkan standar yang lebih baik dalam memastikan kehalalan produk yang beredar di masyarakat.

Salah satu pembicara dalam acara tersebut, Dr. Abdul Rahman, menyatakan, “Kolaborasi ini sangat penting untuk menciptakan sistem pengawasan dan sertifikasi yang lebih efektif. Dengan adanya kerjasama ini, kita dapat mengidentifikasi titik-titik kritis dalam proses sertifikasi halal sehingga dapat meminimalisir kemungkinan adanya produk yang tidak memenuhi syarat.” Pernyataan ini menunjukkan betapa strategisnya peran kedua lembaga dalam menjaga mutu dan keamanan produk halal.

Pembahasan yang dilakukan dalam FGD mencakup tidak hanya aspek teknis audit, tetapi juga tantangan yang dihadapi dalam implementasi sertifikasi halal. Misalnya, salah satu tantangan yang disoroti adalah perlunya edukasi lebih lanjut kepada pelaku usaha mengenai prosedur sertifikasi yang tepat. Seorang peserta, Siti Nurhaliza, yang merupakan pengusaha kecil menengah, menambahkan, “Kami sangat membutuhkan pemahaman yang lebih baik tentang proses ini agar produk kami dapat bersaing di pasar yang semakin ketat.”

Perkembangan ini menunjukkan komitmen kedua pihak untuk terus meningkatkan kualitas dan kepercayaan masyarakat terhadap produk yang mereka konsumsi. Melalui kerjasama ini, diharapkan akan lahir pedoman baru yang lebih komprehensif dan mudah dipahami oleh para pelaku usaha serta konsumen.

Seiring dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan produk halal yang terjamin kualitas dan keamanannya, LPH UIN Saizu dan BPOM Banyumas berencana untuk mengadakan lebih banyak kegiatan serupa di masa depan. Ini merupakan langkah positif dalam menciptakan ekosistem yang mendukung perkembangan produk halal di Indonesia.

Artikel Terkait

Sumber: news.espos.id